Skip to main content

Peringati Hari Penglihatan Sedunia, Gowa Akan Terapkan Aplikasi "Sigalih"

PEMKAB GOWA
Video Conference bersama dengan Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek, yang berlangsung di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa. (KABAR.NEWS/Afrilian Cahaya Putri)

KABAR.NEWS, Gowa - Hari Penglihatan Sedunia kali dipusatkan di Jawa Timur. Melalui video conference, peringatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek, yang ikut disaksikan di Baruga Tinggimae, Rumah jabatan Bupati Gowa, Kamis (11/10/2018).

Dengan tema nasional 'Mata Sehat untuk Semua', video conference ini dilakukan bersama enam daerah yakni, Sulawesi Selatan, Maluku, Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Nila mengatakan, dirinya meluncurkan sebuah aplikasi berbasih android Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan (Sigalih). Ide ini datang dengan melihat gangguan mata pada masyarakat Indonesia cukup besar.

"Hari ini kami dari Kementerian Kesehatan meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama Sigalih untuk pencegahan dini atas kerusakan mata terutama diakibatkan katarak," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Menteri Kesehatan melakukan dialog selama lima menit dengan enam pemerintah daerah dengan menanyakan kesiapannya dalam menjalankan aplikasi Sigalih, termasuk Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis.

Menurut Muchlis aplikasi Sigalih siap diterapkan di Gowa, bahkan katanya ia telah melakukan sosialisasi pelatihan pada beberapa puskesmas yang ada di Kabupaten Gowa. "Kami di Gowa Alhamdulillah siap menerapkan Sigalih ini," katanya.

"Dari 26 puskesmas kami telah melakukan pelatihan pembinaan ke 6 puskesmas dan 27 posbindu, dimana tenaga yang dilatih adalah 6 petugas indra puskesmas dan 12 orang kader posbindu" tambahnya dihadapan Nila.

Pada tahun 2017 lalu, Pemkab Gowa telah melakukan deteksi dini di 28 sekolah dan pada 2018 ini telah dianggarkan dalam APBD dan hasilnya menjadi 110 sekolah. "Kita sudah anggarkan dalam APBD, sisa ekolah yang belum masuk akan kita sisir lagi  di tahun 2019 mendatang sehingga Gowa bisa ditarget tuntas apalagi kita sudah lakukan Sigalih ini," jelas Muchlis.

Khusus wilayah dataran tinggi kata Muchlis, diharapkan dalam waktu dekat akan dikembangkan Gowa Smart City sehingga semua kecamatan bisa terakses internet dengan baik sehingga program Sigalih ini dapat berjalan secara baik juga.

Sementara, Kadis Kesehatan Gowa Hasanuddin mengatakan, capaian program penuntasan gangguan penglihatan telah dijalankan sejak 2017. "Di mana dari hasil jajakan Dinkes ditemukan 727 orang penderita katarak, penderita kelainan Refraksi (khusus pada anak-anak sebanyak 587 orang, penderita glaukom 29 orang, penderita xerothalmia 9 orang dan low vision tidak ada," rinci Hasanuddin.

Lanjutnya, pada tahun 2018 dijajaki kembali dimana penderita katarak menjafi 729 orang, penderita kelainan refraksi menjadi 532 orang, glaukom 16 orang, xerothalmia 38 orang dan low vision 30 orang.

Sekadar diketahui, Sigalih merupakan aplikasi pencatatan dan pelaporan yang selalu update antara posbindu, puskesmas dan Rumah Sakit untuk bisa memberikan informasi yang dibutuhkan agar penanganan pasien lebih cepat, efektif dan efisien.

  • Afrilian Cahaya Putri