Skip to main content

Pencuri Sepeda di Gowa Tewas Usai Ditembak Polisi

Polres Gowa
Polisi saat menggelar ekspose kasus Curas di RS Bhayangkara Makassar.(ist)

KABAR.NEWS, Gowa - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Gowa menembak mati seorang pemuda yang diduga terlibat aksi pencurian. Terduga pelaku bernama Zainal alias Eki, usia 27 tahun. Eki diduga terlibat dalam sejumlah kasus tindak pidana pencurian dan kekerasan (Curas) di Kabupaten Gowa. Pemuda 27 tahun sebelumnya diamankan oleh aparat gabungan dari Tim Anti Bandit Polres Gowa dan Polsek Pallangga, setelah terpergok mencuri sepeda lipat.


Berboncengan dengan rekannya berinisial DT, Eki dipergogi sedang membawa sepeda lipat oleh polisi yang sedang patroli di Jalan Agus Salim, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu 17 Agustus 2020 kemarin. 


"Yang bersangkutan (Eki) mencoba memarangi Bripka Adrianto, personel Polsek Pallangga. Sampai tiga jari kirinya nyaris putus. Pelaku lainnya berhasil kabur, beberapa warga sekitar mengepung dan menghakimi lelaki Eki," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir, kepada wartawan Minggu (18/10/2020) di Gedung Biddokkes Polda Sulsel, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.


Kata AKP Jufri, tim gabungan lalu mengamankan Eki dari kepungan massa dan segara dibawa ke Mapolres Gowa, bersama barang bukti sepeda lipat yang diduga merupakan hasil curian.


"Hasil interogasi sepeda itu memang baru saja dicuri bersama satu rekannya yang berhasil kabur dengan sepeda motor yang juga diakui pelaku merupakan hasil curian. Pengakuannya, yang bersangkutan ini pernah menjalani hukuman penjara pada tahun 2018 lalu (residivis)," jelas Jufri.


Menurut polisi, terduga pelaku ini adalah residivis kasus pencurian kendaraan bermotor di Kecamatan Somba Opu. "Ternyata pengakuannya lagi sudah berbuat (mencuri) di enam lokasi lainnya selama tiga bulan terakhir," ungkap Jufri.


Dari hasil keterangan itu, Eki lalu dibawa petugas untuk menunjukkan lokasi-lokasi kejahatannya bersama DT."Mereka ini sindikat pencurian sepeda motor dan sepeda lipat. Sejak 20 Agustus sampai 13 Oktober. Ada enam laporan polisi yang kami terima, dan dicocokkan dengan keterangan pelaku," ucapnya.


Namun saat proses pengembangan untuk menunjukkan lokasi persembunyian rekannya berinisial DT, Eki berupaya lagi untuk melarikan diri serta menghiraukan tembakan peringatan petugas. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku.


"Tembakan anggota mengenai betis kaki kanan pelaku sebanyak satu kali dan betis kiri satu kali. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar untuk perawatan medis," beber Mantan Kasat Reskrim Polres Takalar itu.


Setelah dilakukan perawatan, Eki kemudian dibawa kembali ke Mapolres Gowa, namun dalam perjalanan kondisinya memburuk. Polisi menyebutkan Eki mengalami sesak napas, sehingga petugas membawanya kembali ke RS Bhayangkara.


"Namun saat dilakukan tindakan medis pada Minggu 18 Oktober sekitar pukul 04.10. Tim Dokter menyatakan pelaku telah meninggal dunia," terang Jufri.


Jenazah buruh harian lepas itu, kata Jufri, kemudian dites urine. Hasilnya Eki positif menggunakan narkoba."Untuk riwayat penyakit masih penyelidikan nanti tim dokter yang jelaskan. Tapi yang jelas penembakan di bagian kaki itu sudah sesuai prosedur," tuturnya.


Meski begitu, disebutkan Jufri, keluarga pelaku menolak untuk diotopsi untuk mencari penyebab pasti kematian Eki."Keluarga pelaku mengikhlaskan. Kami juga sudah memberikan pemahaman sehubungan dengan tindakan kami," ucap Jufri.


Menurutnya, saat melakukan aksi kejahatan, Eki bersama rekannya DT yang masih DPO, tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam."Jadi yang bersangkutan ini memang eksekutor dan inisiator. Dan memang residivis kasus yang sama. Rekannya berperan sebagai pengintai situasi. Dan itu masih dalam penyelidikan kita. Masih dikejar oleh anggota," imbuhnya.


Sedangkan, Kaur Doksik Subdid Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, dr Muhammad Ridho mengungkapkan, pemeriksaan sampel urine diambil setelah pelaku dinyatakan meninggal dunia, tim medis memasukkan jarum suntik ke dalam kandung kencingnya.


"Lalu kita ambil urinenya kita tes seperti biasa. Hasilnya positif ada tiga zat, metamfetamin, amfetamin, dan benzodiazepin itu biasa ada dalam zat sabu-sabu," jelas Ridho.


Ridho juga mengatakan, penyebab pasti kematian pelaku tidak bisa disimpulkan apakah berasal dari luka tembak atau pengaruh narkotika."Yang jelas seperti yang disebutkan Pak Kasat Reskrim. Semuanya peluru tembus di betis kanan dan kiri," pungkasnya.


Hingga kini, petugas masih mencari pelaku lainnya yakni DT. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda lipat, kunci leter T dan sebilah parang.


Penulis: Reza Rivaldy/A
 

 

Flower

 

loading...