Skip to main content

Pembunuh Pengantar Galon Terancam 15 Tahun Penjara

Pelaku
Sejumlah petugas dari Dokpol Biddokkes Polda Sulsel yang melakukan evakuasi terhadap jasad korban pembunuhan di Jalan Daeng Tata 1, Kota Makassar.(Kabar.news/Reza)

KABAR.NEWS, Makassar - Penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Tamalate kini tengah mendalami dugaan pembunuhan berencana atas tewasnya Marcel (24), seorang pengantar air galon, usai ditikam oleh Syamsul Bahri (43), beberapa hari lalu.


Meski begitu, untuk sementara Syamsul Bahri terancam 15 tahun penjara atas peristiwa tragis yang terjadi di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tersebut.

 

Hal itu diungkapkan, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Tamalate, AKP H Ramli JR. Ia mengatakan, untuk sementara pihaknya masih mendalami dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan Syamsul terhadap Marcel.


"Sudah sementara diproses, pasalnya sementara itu kita terapkan 338 KUHPidana, kalau dugaan pembunuhan berencananya masih didalami dulu," jelasnya kepada KABAR.NEWS, via seluler, Rabu (16/9/2020).


Diberirtakan sebelumnya, Syamsul Bahri (43) melakukan aksi penganiyaan berujung penikaman terhadap Marcel, hanya gara-gara masalah sepele. 


Pria berusia 24 tahun itu ditemukan tewas bersimbah darah di jalan lorong pada Senin (14/9/2020) sore. Peristiwa tragis itu membuat warga sekitar kaget dan berkerumun. Pelaku langsung diamankan polisi tak jauh dari lokasi penikaman.


Berita Terkait: Galon Tak Diantar, Nyawa Melayang


 Kanit Reserse Kriminal Polsek Tamalate, AKP H Ramli JR mengatakan, dari intorgasi penyidik, pelaku memang sudah menaruh dendam terhadap korban karena tidak mengantarkan galon ke tempat jualannya selama berhari-hari. Air galon yang diantar Marcel, menurut Syamsul, juga selalu kotor.


"Jadi antara pelaku dan korban memang sudah ada dendam ya. Jadi ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan, sudah 4 hari ditelepon-telepon (korban) namun tidak datang. Setelah datang lalu tiba-tiba pelaku menusukkan sebilah badik dari belakang," jelas Ramli JR kepada wartawan di lokasi.


Sedangkan, menurut salah satu saksi, Syamsul Bahri memang sudah berniat mencegat korban saat melintas di jalur pengantaran galonnya. Saat korban muncul, pelaku langsung melakukan pemukulan lalu menusuk korban menggunakan badik yang disimpan di pinggang kanannya.


"Korban sementara mengantar galon tiba-tiba dihantam dari motornya. Dipukul dulu kurang lebih 3 kali di mulutnya baru dihantam di bawah. Ditunggui di sini karena di sini selalu lewat itu (Korban) tukang galon," jelas Syamsuddin.


Korban setelah ditikam oleh pelaku, kata Syamsuddin, sempat melarikan diri namun akhirnya ditemukan tewas bersimbah darah sejauh 200 meter dari lokasi awal.


Penulis: Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...