Skip to main content

Pembuluh Darah Perempuan Ini Pecah akibat Orgasme Setelah "Oral Seks"

Karena Orgasme saat Oral Seks, Pembuluh Darah Perempuan ini Pecah
Ilustrasi perempuan orgasme. (iStock Photo)

KABAR.NEWS, London Barat - Seorang perempuan berusia 44 tahun di London Barat, Inggris, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pecah pembuluh darah di otak saat menerima seks oral dari pasangannya.


Baca juga: Inilah Waktu-waktu yang Terbaik untuk Berhubungan Seks

Mengutip laporan Daily Mail, Selasa (12/3/2019), perempuan yang dirahasiakan identitasnya tersebut awalnya pingsan ketika dia mendekati puncak orgasme saat melakukan oral seks.


Perempuan tersebut dirawat di Rumah Sakit Universitas Middlesex di Isleworth, di wilayah London, awalnya hanya dianggap mengalami sakit kepala biasa. Namun, hasil CT scan menunjukkan terjadi pendarahan di bagian kepala perempuan itu yang mengakibatkan stroke.


Analis medis menyebutkan, perubahan tekanan darah saat berhubungan seks 'dijelaskan dengan baik' sebagai penyebab pecahnya pembuluh darah.


Dokter yang merekam kasus wanita itu menulis dalam jurnal medis BMJ Case Reports menjelaskan, pasien mendekati orgasme saat menerima seks oral dari pasangannya sebelum kehilangan kesadaran.


"Dia sebelumnya sudah baik sebelum oral dimulai." kata Dokter yang menulis laporan tersebut BMJ Case. 


Ketika sampai di RS, perempuan itu memiliki tanda-tanda vital yang normal dan sepenuhnya sadar. Dia hanya merasakan sakit di bagian kepala tetapi tidak muntah.


Petugas medis awalnya mengira dia menderita kejang, tetapi CT scan mengungkapkan ada darah di antara tengkorak dan otaknya, menunjukkan dia benar-benar menderita stroke.


Mereka mendiagnosis pendarahan subarakhnoid yang merupakan jenis pendarahan yang tidak biasa pada otak. Dalam laporan tersebut, para dokter mengakui bahwa aktivitas seksual telah digambarkan "sangat baik" sebagai penyebab pecahnya pembuluh darah karena meningkatkan tekanan darah.


Baca juga: Studi mengungkap, Ada Kaitan Orang Depresi Berisiko mengalami Stroke

Mereka menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya telah dilakukan pada orang yang melakukan hubungan seks dengan penetrasi, tetapi menyarankan seks oral dapat memiliki efek yang sama.


"Studi yang lebih lama dengan pemantauan [arteri] selama koitus menunjukkan bahwa selama aktivitas seksual, tekanan darah, serta detak jantung, sangat [cenderung berubah], dengan kenaikan tertentu selama orgasme," catat mereka.


Untuk merawat wanita itu, petugas medis melakukan prosedur yang disebut endovascular coiling, yang melibatkan penyuntikan logam ke dalam arteri untuk memicu pembekuan dan menghentikan pendarahan.


Baca juga: Tanpa Sengaja, Pria Ini Tembak Penisnya Hingga Tembus ke Buah Zakar

Dia menghabiskan dua minggu di rumah sakit sebelum dikirim pulang tanpa masalah yang abadi. Peristiwa itu diyakini terjadi pada Oktober 2018.
 

 

loading...