Skip to main content

Oknum Pejabat BPN Luwu Dilapor Kasus Dugaan Penipuan

Oknum Pejabat BPN Luwu Dilapor Kasus Dugaan Penipuan
Ilusrtasi penipuan. (Internet)

KABAR.NEWS, Makassar - Oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Luwu, Abd Rasyid Sarehong, dilapor ke Polda Sulsel atas dugaan penipuan pembelian tanah di Kota Makassar.


Dia dilaporkan oleh Mantan Kepala BPN Bantaeng yang juga bakal calon Bupati Bulukumba, Muhammad Ramli Lantara. Dia merasa tertipu atas pembelian tanah di Antang, Makassar.


"Saya laporkan pejabat BPN Luwu atas penipuan pembelian tanah di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penipuan dia lakukan senilai Rp1 miliar," kata Muhammad Ramli Lantara kepada KABAR.NEWS, Selasa (24/3/2020).


Menurut MRL akronim pria tersebut, bahwa dugaan penipuan Abd Rasyiddilakukan pada 30 September 2019. Sebelum melapor, MRL mengaku menanti itikad baik terlapor untuk mengembalikan uang yang diterima.


"Keluarga sudah menanti itikad baik dari Abd Rasyid Sarehong untuk mengembalikan uang Rp1 Miliar yang telah diterima," jelas MRL.


MRL merasa tertipu sebab lokasi tanah yang dibeli melalui terlapor tidak jelas keberadaanya. Hal itu baru diketahui saat ia meminta Rasyid menunjukkan lokasi.


"Karena Rasyid Sarehong ini yang mengurus semua pembelian tanah di Antang, Manggala, Makassar. Saat saya ingin melihat tanah itu, ternyata letak dan status tanahnya tidak jelas," pungkas dia.


MRL mengaku membeli secara berangsur tanah tersebut melalui Abd Rasyid Sarehong. Dia bahkan telah menrtansfer uang Rp300 juta kepada terlapor. Kemudian transfer kedua melalui Bank Mandiri Rp700 juta, dengan total keseluruhan Rp1 Miliar.


"Dua kali transfer melalui bank berbeda. Laporan polisi kemarin kita lakukan di Polda Sulsel atas penipuan dan penggelapan uang," tandasnya.


Laporan MRL ke Polda Sulsel atas dugaan penipuan oknum BPN Luwu tersebut tercatat dengan nomor LP-B/108/III/2020 pada Selasa hari ini. Terlapor diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.


Penulis: Afri/B

 

Flower

 

loading...