Skip to main content

ODP Corona di Tator Berjumlah 33, Imbasnya Semua Pasar Ditutup

ODP Corona di Tator Berjumlah 33, Imbasnya Semua Pasar Ditutup
Pasar tradisional di Tana Toraja yang ditutup sementara akibat wabah corona. (Internet)

KABAR.NEWS, Makale - Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona (Covid-19) semakin bertambah di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Imbasnya pasar tradisional untuk sementara ditutup.


Dari data Media Center monitoring penanganan Covid-19 Kabupaten Tator yang dirilis Diskominfo hingga Kamis (26/3/2020) pukul 16.00 Wita, jumlah ODP sebanyak 33 orang.


Dari 33 ODP tersebut, 14 ada di Makale, 5 dari Makale Utara, 5 dari Gandasil, 2 dari Makale Selatan dan masing - masing 1 dari Mengkendek, Rantetayo, Malimbong Balepe', Saluputti, Bittuang, Rano dan Kurra.


Baca juga: Update Corona 26 Maret: Total 893 Pasien, Kasus Positif di Sulsel Bertambah


Diketahui 33 ODP tersebut memiliki riwayat perjalanan dari daerah tertular corona dan tiba di Tator. Selain itu, jumlah warga yang diamati sebanyak 1.028 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) nihil.
 

"Ada dua PDP yang sementara di RSUD Lakipadada, tapi mereka adalah pasien rujukan, jadi mereka terhitung di wilayah asalnya yakni Enrekang dan Masamba," kata Kepala Diskominfo Tator Berthy Manggotan dalam keterangannya.


Meningkatnya ODP Covid-19 di Bumi Lakipadada mengharuskan pemerintah untuk sementara menutup sejumlah pasar tradisional dan melarang pedagang kaki lima untuk berjualan.


Penutupan sementara pasar di Tator tertuang dalam surat Nomor: 511.2/0838/III/Setda yang bersifat segera, memiliki tiga poin kebijakan dan ditandatangi langsung oleh Bupati Tator, Nicodemus Biringkanae.


Baca juga: Bocah PDP Corona Meninggal, Satu Desa di Bulukumba "Lockdown"


Poin pertama pada surat tersebut bahwa kegiatan disemua pasar se-Kabupaten Tana Toraja diberhentikan untuk sementara sejak Rabu kemarin.


Kedua, bahwa bagi pedagang kaki lima baik itu di dalam dan luar pasar atau di jalan serta area tertentu, untuk sementara waktu tidak diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli.

 

Poin terakhir pengelola pasar diminta bekerja sama dengan pemerintah dan relawan setempat untuk melakukan penyemprotan disinfektan mencegah virus corona.


Penulis: Febriyani Riyadi/B

 

Flower

 

loading...