Skip to main content

Nurdin Abdullah Optimistis Triwulan III Sulsel Tumbuh Positif

Pertumbuhan ekonomi
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Makassar New Port. (Ilustrasi/KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah memasuki bulan keempat. Pemerintah pusat telah menganggarkan Rp695,2 triliun untuk membangkitkan perekonomian nasional yang terpuruk pada Kuartal I dan II akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

 

Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional berfokus pada program prioritas Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh, dengan mengerjakan empat hal. Yaitu perlindungan sosial, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), program terkait kementerian, lembaga dan pemerintah daerah, serta program yang berkaitan dengan menolong pembiayaan korporasi di masa pandemi ini.

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini telah melakukan berbagai program dan Gubernur Nurdin Abdullah optimis perekonomian Triwulan III dapat tumbuh positif.

 

"Saya optimistis kuartal ketiga terjadi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, terutama pertumbuhan ekonomi," kata Nurdin Abdullah dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/ 2020).

 

Sulsel tetap tumbuh di masa pandemi didorong oleh berbagai sektor. Di antaranya pertanian, informasi dan komunikasi, dan jasa pendidikan. Pada Triwulan II, pertumbuhan ekonomi secara nasional, hanya dua dari 34 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Untuk Sulsel, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2020 mengalami kontraksi sebesar -3,87 persen. Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan II 2020 (y-on-y), sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 0,73 persen, diikuti pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 0,55 persen.

 

Sentra-sentra produksi terus berjalan, demikian juga dengan jadwal tanam berjalan dengan baik. Sehingga diprediksi produksi pertanian terus naik. Pemulihan ekonomi Sulsel juga mulai terlihat dari aktivitas ekspor.

 

Khusus untuk Makassar sebagai ibu kota provinsi, sebut Nurdin, Pemprov Sulsel bekerja sama dengan Perbankan, seperti BNI dan Bank Sulsel, untuk bisa mensupport UMKM yang jumlahnya ribuan.

 

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini meski tidak menyebutkan angka pasti, tapi menurutnya Sulsel sendiri punya anggaran khusus untuk pemulihan ekonomi, dan itu dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti yang pada Dinas Koperasi dan UMKM, yang disinergikan tentunya dengan APBN dan APBD.

 

"Yang penting lagi sekarang, kita terus lakukan kemudahan dalam perizinan. Pokoknya kita support penuh PEN dengan berbagai kebijakan yang kita berikan, kewenangan di pemerintah daerah, baik Pemprov dan Pemkab/kota," sebutnya.

 

Salah satunya, keputusan tentang pemberian skema bebas denda pajak kendaraan yang harganya di bawah Rp150 juta. Itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 119/VIII/2020 tentang pemberian insentif pajak kendaraan bermotor di Sulsel.

 

Di masa pandemi ini, ia menyebutkan kunci utama ada pada APBD. Sedangkan sektor investasi masih mengambil sikap wait and see. Sehingga Pemprov mendorong program-program padat karya dilaksanakan.

 

"Jadi kunci segala-galanya ada pada APBD. Karena investasi inikan pasti masih wait and see, jadi pergerakan kita, bagaimana program-program padat karya terus kita dorong, sehingga masyarakat masih bisa terus bekerja," jelasnya.


Penulis: Darsil Yahya/C

 

Flower

 

loading...