Skip to main content

NasDem-Bawaslu Torut Bertemu, Klarifikasi soal Politisasi Disinfektan

kabar.news Torut
Ketua DPRD Torut, Nober Rante Siama didampingi Ketua Fraksi Nasdem dan Wakil Ketua DPRD bersama Ketua Bawaslu Torut, Andarias Duma didampingi Komisionernya, Kamis (26/03/2020). (Kabar.news/Febriani Ryadi)
 



KABAR.NEWS, RANTEPAO - DPD Partai NasDem Toraja Utara (Torut) memanggil Bawaslu Toraja Utara dalam hal klarifikasi atas persuratan yang diberikan beberapa hari yang lalu.


Ketua DPRD, Nober Rante Siama' menyampaikan kepada Bawaslu bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh pihak NasDem, Selasa (24/03/2020) lalu hanya karena sisi kemanusiaan dalam hal penanganan Virus Corona (Covid - 19).

 


Baca juga: NasDem Nilai Bawaslu Torut Diskriminatif Soal Pencegahan Corona



Selain itu, Nober yang juga Politikus Partai NasDem mengakui bahwa pihaknya mempunyai program yakni NasDem Peduli yang berperan aktif untuk membantu masyarakat dalam segala hal terutama untuk mencegah Covid - 19.


"Sebelum Covid -19 ini menyebar, kami memang sudah hadir untuk masyarakat melalui Program NasDem Peduli contohnya di hari raya kebesaran agama kami memberi sembako dan kendaraan ambulance," kata Nober.


"Saat ini Covid-19 sudah menyebar, kami NasDem hanya hadir untuk itu, untuk membantu masyarakat bukan  dalam hal mengambil simpati masyarakat karena terkait dengan pemilihan tapi atribut yang ada saat penyemprotan itu sebagai syarat administrasi kami ke DPW dan DPP," ujar Nober.


Sementara Ketua Bawaslu Toraja Utara, Andarias Duma menyampaikan bahwa pihaknya tidak berniat untuk menghalangi kegiatan apapun yang dilakukan oleh Partai untuk masyarakat.


"Kami bawaslu tidak ada niat sekecil apapun untuk menghalangi kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh seluruh pihak termasuk Partai NasDem," jelas Andarias.


"Perlu diketahui surat kami itu bukan teguran dan bukan peringatan, tetapi surat tersebut hanya imbauan terkait penyemprotan desinfektan," tambahnya.


Selain itu, Andarias menyarankan kepada NasDem dan juga Partai lainnya agar turut serta untuk melakukan hal yang bersifat kemanusiaan dengan harapan tidak menggunakan atribut bakal calon masing - masing partai.


"Mari turun lakukan pemutusan rantai Covid-19 dengan harapan supaya label atau atribut ditiadakan dulu," kata Andarias.  

 

Diberitakan sebelumnya, DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan mengkritik Bawaslu Toraja Utara (Torut) terkait surat imbaun penyemprotan disinfektan pencegah Virus Corona atau Covid-19 yang dilakukan Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba.

Sekretaris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif menilai imbauan Bawaslu tersebut terkesan diskriminatif, sebab tak hanya NasDem yang melakukan penyemprotan disinfektan tapi juga sejumlah partai politik.


"Semua kabupaten kota melakukan hal yang sama dan semua partai lakukan hal sama tapi kenapa hanya di Torut ada surat Bawaslu," kata Syaharuddin Alrif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2020).

Dalam surat Bawaslu Torut nomor 019/K.Bawaslu.SN.20/PM.00.02/III/2020 salah satu poin yang ditekankan adalah kegiatan penyemprotan disinfektan agar tidak dipolitisasi untuk kepentingan bakal pasangan calon tertentu pada Pilkada Torut 2020.


Diketahui suami dari Eva Stevany Rataba yang disoroti dalam surat Bawaslu adalah salah satu kandiat bacalon Bupati Torut 2020.

 

 

 

  • Penulis: Febriani Ryadi/B

 

loading...