Skip to main content

Nama-nama Ikan Jadi Kode Transaksi Suap Gubernur Kepri

Kode Suap Gubernur Kepri: Ikan Tohok dan Daun
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. (Instagram/nurdin757)

KABAR.NEWS, Jakarta - Ada sejumlah kode yang digunakan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun saat transaksi dugaan suap izin reklamasi yang dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


Baca juga: Gubernur Kepri Tersangka Suap Izin Reklamasi, KPK Ingatkan Pesan Jokowi

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan kode transaksi untuk menutupi uang kepada Gubernur Kepri salah satunya tentang nama-nama biota laut seperti ikan.

 

"Tim mendengar penggunaan kata ikan sebelum rencana penyerahan uang," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (12/7/2019) dilansir dari Tempo.


Febri mengatakan salah satu nama ikan yang disebut adalah ikan Tohok. Selain itu, ada juga kode daun dalam kasus ini.

 

Ketika transaksi dilakukan, para pihak yang diduga terlibat juga menggunakan istilah penukaran ikan untuk menutupi penyerahan duit. 

 

"Saat KPK melakukan OTT awal di pelabuhan, pihak yang diamankan saat itu sempat berdalih tidak ada uang yang diterima, tetapi kepiting," kata Febri.


Baca juga: KPK: Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Sulsel Malas Lapor LHKPN

KPK menetapkan Nurdin dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri Edy Sofyan serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono sebagai tersangka penerima suap. 


KPK menyangka ketiganya menerima suap dari pengusaha bernama Abu Bakar, terkait izin prinsip dan lokasi reklamasi di wilayah sekitar Kepulauan Riau.