Skip to main content

Musisi Pemilik Tembakau Sintetis di Makassar Terancam Hukuman Mati

Musisi Pemilik Tembakau Sintetis di Makassar Terancam Hukuman Mati
Para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang digiring polisi setelah menggelar press rilis di Mapolrestabes Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Dua musisi di Kota Makassar harus berurusan dengan polisi lantaran terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis tembakau sintetis. Keduanya menurut polisi terancam hukuman mati.


Kedua pria itu bernama Wahyu Abdullah (34) dan Tridenistian Alias Denis (27). Keduanya diamankan Tim Patroli Kota (Patko) Sat Sabhara Polrestabes Makassar, di Jalan Karunrung, pada Jumat (11/9/2020) lalu.


Baca juga: 50 Gram Sabu-sabu asal Sidrap Gagal Edar di Makassar

Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada Yudha mengatakan, dari tangan kedua musisi ini pihaknya mengamankan sedikitnya 1,3 kilogram, yang sudah siap edar.


"Awalnya diamankan tim Patko Sat Sabhara Polrestabes Makassar bekerja sama dengan Satresnarkoba mengamankan dua orang yang tengah membawa tembakau jenis sintetis, kurang lebih 1,3 kilogram," jelasnya kepada wartawan saat ekspose di halaman Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani. Senin (14/9/2020).


Kata Indra, paketan tembakau sintetis ini didapatkan para tersangka dari sebuah akun media sosial (medsos) instagram dan rencananya akan diedarkan di kalangan para musisi lainnya.


"Yang rencananya akan diedarkan di kalangan remaja yang ada di kota Makassar. Pengakuannya baru pertama kali. Mereka musisi, pemusik dan mungkin akan diedarkan sesama anak band. Tembakau ini didapat melalui jual beli online, dari Instagram. Dan (pelaku) menjemput di salah satu jasa pengiriman yang ada di kota Makassar," ungkapnya.


Pihaknya pun kata Indra, kini melakukan uji labolatorium guna mengetahui kandungan yang terdapat di dalam tembakau tersebut.


"Jadi untuk tembakau ada sekitar 20 bungkus tembakau sintetis. Dan saat ini barang bukti sedang kami periksa di Laboratorium Forensik untuk mengetahui jenis kandungan narkotika yang ada di tembakau. Ada cairannya, itu dioplos dengan tembakau lalu diedarkan," kata Indra.


Menurut Indra, keduanya terancam hukuman penjara hingga seumur hidup bahkan hukuman mati.

 

"Pasal tembakau, 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU 35 Tentang narkotika, ancaman hukuman paling rendah 14 tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati," pungkas Indra.


Baca juga: Remaja Pecandu Sabu & Tembakau Gorila Dominasi Pasien Rehab di Sulsel

Diberitakan sebelumnya, aksi kejar-kejaran antara polisi dengan terduga pemilik narkoba terjadi di Jalan Sutomo hingga Jalan Karunrung Kota Makassar, pada Jumat (11/9/2020) siang.


Kasat Sabhara Polrestabes Makassar, Kompol Wahyu Basuki mengatakan penangkapan itu berawal saat kedua pelaku berinisial WA (34) dan TD (24) ditegur karena mobilnya parkir sembarangan. Diduga ketakutan saat ditegur, keduanya lantas lari dan menabrak sejumlah pengendara motor.


Tak selang lama pengejaran berlangsung, polisi bersama warga berhasil mencegat kendaraan pelaku. Di situ, petugas menemukan sejumlah paket yang diduga narkotika jenis tembakau sintetis di dalam mobil pelaku.


Penulis: Reza Rivaldy/A

 

Flower

 

loading...