Skip to main content

Mimpi Ribuan Anak Pulau

Oleh: Suharlim (Presiden Gempita Kepulauan Selayar

 

KABAR.NEWS - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini semakin pesat, menjadikan realitas sebagai sesuatu yang sangat sederhana. Segalanya menjadi terasa simple, kecil, ringkas dan serba praktis.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa efek domino dari perwujudan kemajuan teknologi menjadikan dunia terasa semakin sempit sehingga ruang dan waktu tidak menjadi soal bagi siapapun yang ingin berinteraksi.

Contoh kecil dan sederhananya, kalau dulu seseorang ingin menulis surat ke luar negeri akan memakan waktu berbulan-bulan, sekarang dapat dipersingkat dalam hitungan detik lewat layanan e-mail. Atau misalkan ingin berkomunikasi dengan kekasih, teman atau keluarga yang jaraknya bermil-mil pun dapat dihantarkan melalui teknologi. 

Dengan adanya media internet menjadikan semuanya serba dekat karena yang jauh nampak dilayar begitu nyata. Ingin berinteraksi dengan siapapun yang berjarak jauh tidak memakan waktu yang lama tanpa menghilangkan inti utama dari komunikasi itu sendiri.

Kemajuan tekhnologi dan Informasi menjadi kausalitas dari semua itu. Adanya jaringan komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk jaringan internet dan menjadikan semuanya dapat berinteraksi dalam media sosial. Hal ini merupakan sebuah bentuk realitas baru. Semua terasa mudah untuk berkomunikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. 

Mungkin inilah yang sempat disinggung oleh Dr. Yasraf Amir Pilliang sebagai Dunia Yang Dilipat. Bahwa kehidupan saat ini sangat disebabkan oleh lajunya roda ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah membuat aktivitas hidup manusia semakin efektif dan efisien.

Akan tetapi, realitas tersebut ternyata sangat berbanding terbalik dengan kondisi yang dialami oleh ribuan warga Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Mereka mengalami keterbatasan jaringan informasi dalam hal ini tower jaringan telekomunikasi di daerah tersebut. Ribuan masyarakat disana masih jauh dari realitas yang seperti dipaparkan diatas.

Ribuan masyarakat ini sejak dulu telah menaruh harapan besar kepada pemerintah setempat maupun pemerintah daerah bahkan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar agar secepatnya dapat difasilitasi dalam pembangunan tower jaringan Telkomsel atau semacamnya di wilayah kecamatan.

Harapan ini sudah seringkali dikeluhkan baik secara langsung maupun tidak langasung manakala ada pejabat atau anggota DPRD yang datang melakukukan kunjungan kerja di daerah yang dikenal paling jauh dari daratan ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk sampai ke daerah tersebut, membutuhkan waktu kurang lebih 18 hingga 20 jam melalui jalur laut.

Padahal desakan itu merupakan keinginan masyarakat untuk keluar dari ketertinggalan dan keterbelakangan. Kehadiran Tower Jaringan itu akan berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat Kecamatan Pasilambena. Secara otomatis akan menghilangkan stigma yang selama ini melekat dengan daerah tersebut yakni sebagai Daerah Pembuangan. 

Rasa keterisoliran dan ketertinggalan yang selama bertahun - tahun menyelimuti hati, pikiran dan seluruh aktivitas keseharian serta kehidupan warga masyarakat setempat akhirnya bisa lenyap.

Ruang kesenjangan sosial di tengah kehidupan masyarakat juga akan terhapus satu persatu dari deretan predikat negatif yang telah sekian lama melekat dengan daerah tersebut sebagai Daerah Pembuangan PNS yang dianggap balelo.

Selama ini tidak bisa dipungkiri bahwa tak sedikit oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama ini yang telah mengalami penyiksaan itu. Bisa dikata bahwa oknum - oknum PNS yang dianggap tidak tertib dengan perintah atasan akan dilempar kedaerah tersebut. Coba bayangkan betapa perihnya rasa penderitaan mereka jika di tempatkan di daerah yang tidak terjangkau oleh Jaringan telekomunikasi atau signal telepon.

Menurut hemat penulis, bahwa bukan tak mungkin ketika keberadaan tower yang dapat mencakup seluruh wilayah di Kecamatan Pasilambena akan berimplikasi secara signifikan terhadap peningkatan sumber pendapatan masyarakat. Akan tercipta pula kemudahan dalam proses distribusi dan pemasaran komoditas hasil perkebunan dan hasil perikanan warga setempat.

Hasil produksi petan, misalkan seperti kopra dan komoditas pertanian lain, diharapkan akan lebih mudah untuk dipasarkan dan dijual ke luar daerah. Hal itu akan tercipta seiring dengan perkembangan tekhnologi internet yang ditularkan melalui rangkaian proyek pembangunan tower telepon.

Kedepan hasil tangkap nelayan dan produksi pertanian serta komoditas hasil perikanan juga akan bisa dipasarkan secara online dengan menggunakan berbagai fitur dan berbagai bentuk aplikasi sosial media.

Seutuhnya ribuan warga Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Laut Flores di bagian Tenggara dan Laut Buton dibagian Timur ini berharap akan adanya pembangunan Tower Jaringan yang nantinya akan berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi masyarakat petani dan nelayan dengan semakin meluasnya jaringan pasar komoditas nelayan dan petani.

Jadi, menurut hemat saya, pembangunan tower ini akan dapat memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat untuk mengakses dan sekaligus mengeksplor potensi wilayahnya melalui media jejaring sosial di dunia maya terutama dari sisi pengembangan potensi pariwisata daerah.

Sebab, kalau ditinjau dari potensi daerahnya, banyak asas manfaat  yang dapat ditularkan ketika Tower Jaringan Telekomunikasi tersebut dimaksimalkan, termasuk karena masih banyaknya kawasan-kawasan yang berpotensi menjadi objek wisata jika dapat disosialisasikan dengan sistemik dan masif melalui sosial media.

Inilah mimpi ribuan anak pulau yang terlahir di bumi Kecamatan Pasilambena Kab. Kepulauan Selayar sejak dahulu yakni hadirnya Tower Jaringan Telepon di daerahnya. Walaupun memang saat ini telah ada satu tower di pusat Kecamatan. Tetapi kenyataannya, keberadaan tower tersebut sebagian orang menganggapnya salah sasaran karena tidak mampu mencakup seluruh wilayah yang ada di kecamatan yang terdiri dari 6 Desa itu.

Sampai saat ini, masyarakat Pasilambena tidak akan pernah berhenti berharap kepada PT. Telkomunikasi Indonesia dapat melebarkan sayap perusahaannya melalui kegiatan pembangunan tower jaringan di daerah yang mayoritas masyarakatnya hidup dari penghasilan laut dan hasil kebun karena akan memacu peningkatan taraf perekonomian warga setempat. 

  • (*)