Skip to main content

Militer AS bakal Gunakan Microsoft HoloLens Untuk Perang, Begini Fungsinya

Militer AS bakal Gunakan Teknologi Kaca Mata HoloLens Untuk Perang, Begini Fungsinya
Kaca mata HoloLens pada helem militer. (The Verge)

KABAR.NEWS, Amerika Serikat - Raksasa teknologi Microsoft Corp memenangkan tender pengadaan teknologi augmented reality dengan perangkat kacamata HoloLens untuk militer angkatan darat Amerika Serikat (AS).


Baca juga:

HoloLens adalah jenis kacamata pintar yang memiliki kemampuan memvisualisasi suatu objek ke dalam bentuk augmented reality dan visual reality. Salah satu kecanggihan teknologi ini mampu mendeteksi tatapan dan suara.


HoloLens
Ilustrasi proses kerja kacamata HoloLens. (INT)

Dilansir dari Bloomberg, Microsoft akan memasok 100 ribu headset HoloLens untuk angkatan darat AS dengan nilai kontrak mencapai 480 juta dollar AS. Tujuannya adalah untuk pelatihan misi tempur.

 

"Teknologi augmented reality akan memberi tentara informasi yang lebih banyak dan lebih baik untuk membuat keputusan," kata juru bicara Microsoft, dikutip dari Bloomberg, Jumat (30/11/2018).

 

Dengan teknologi HoloLens, militer angkatan darat AS bisa melakukan penginderaan termal atau penginderaan jarak jauh terhadap benda atau objek yang memancarkan suhu, memantau gerak musuh dan memberikan perlindungan terhadap pendengaran. 


Proses kerja kacamata hololens dalam industri otomotif
Proses kerja kacamata hololens dalam industri otomotif. (Microsoft)

Google dan AT&AT dengan Magic Leap-nya juga menginginkan kontrak menyuplai teknologi serupa untuk militer angkatan darat AS. Hanya saja, Micorsoft HoloLens menjadi pilihan.

 

Kerja sama microsoft dengan militer AS ditentang sejumlah karyawan perusahaan milik Bill Gates tersebut. Awal tahun ini, ratusan pekerja Microsoft menandatangani petisi yang mengkritik kontrak dengan Imigrasi AS dan pihak Bea Cukai untuk menyuplai perangkat Augmented Reality.

 

Para karyawan Microsoft menolak kerja sama industri teknologi dengan militer dengan alasan, apa yang mereka buat tidak mesti digunakan untuk berperang.

 

"Banyak karyawan Microsoft tidak percaya bahwa apa yang kita bangun harus digunakan untuk berperang," tulis mereka, dalam salah satu blog yang dikutip Bloomberg.

 

Meski ditentang, Presiden Microsoft dan Chief Legal Officer, Brad Smith, mengatakan perusahaan akan terus menjual perangkat lunak kepada militer AS. Smith menulis bahwa karyawan yang menolak proyek tersebut diizinkan untuk pindah ke pekerjaan lain di dalam perusahaan.

 

loading...