Skip to main content

Meriahkan HUT RI ke-72, Kodam XVI/Pattimura Kibarkan 1000 Bendera di Perbatasan Timor Leste

1000 bendera merah putih yang berkibar di Pulau Wetar dan Lirang yang terletak di perbatan RI-Timor Leste.

 

KABAR.NEWS, Ambon - KOdam XVI/Pattimura punya cara sendiri untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-72 dengan mengibarkan bendera merah putih di Pulau Lirang, Maluku Barat Daya, perbatasan RI- Timor Leste. 

Pengibaran 1000 bendera merah putih merupakan gagasan dari pemuda Pulau Wtar yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Wetar dan Linrang (P3WL) Ambon dan mendapatkan dukungan dari Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo. 

Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Ideologi Kolonel Arh Mokoginta Sihotan mengatakan pengibaran 100 bendera merah putih di perbatasan RI-Timor Lester menjadi tonggak penting dalam mencintai NKRI yang berdekatan dengan HUT RI ke-72. 

"Selain itu juga merupakan wujud kepedulian Bangsa Indonesia khususnya masyarakat Maluku yang tetap memberikan perhatian terhadap daerah-daerah atau pulau-pulau terdepan, sehingga diharapkan tidak ada perasaan 'dianaktirikan'," lanjutnya dikutip dari detikcom.

Kegiatan yang baru pertama kalinya dilakukan di Maluku ini juga bertujuan agar nasionalisme tetap tertanam pada masyarakat di Pulau Wetar dan Pulau Lirang. Sebab kedua pulau terdepan Indonesia ini secara geografis lebih dekat ke pusat pemerintahan Timor Leste ketimbang negaranya sendiri.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo akan turun langsung berpartisipasi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Pulai Wetar dan Lirang. 

Kepala pemuda Dusun Utsusun, Hendrik Mabala memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan untuk warga Pulau Lirang dan Pulau Wetar. Hendrik pun membacakan aspirasi warga setempat. Mereka berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa datang dua pulau terdepan Indonesia itu dan dapat membangun infrastruktur jalan lingkar Wetar dan Lirang.

"Kemudian pemberdayaan masyarakat baik nelayan maupun petani, akses air bersih di seluruh kecamatan Eetar. Fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang profesional, dokter minimal dua tersebar di seluruh empat Kecamatan Wetar," ungkap Hendrik mewakili harapan warga Lirang dan Wetar pada kesempatan itu.

Kapendam Pattimura Letkol Sihaloho mengatakan, wilayah Wetar dan Lirang turut menjadi perhatian jajaran Kodam Pattimura. Ini mengingat kondisi dua pulau itu yang ada di perbatasan.

"Anak-anak muda di sana datang ke pangdam menjelaskan kondisi di sana. Sebab ada istilah dari di sana, hati dan jiwa itu NKRI, tapi perut Timor Leste," terang Letkol Sihaloho dalam perbincangan dengan detikcom.

Hal tersebut lantaran secara geografis wilayah Lirang dan Wetar lebih dekat dengan pusat kota Timor Leste. Perjalanan yang sulit menuju pusat kota di wilayah Indonesia terdekat membuat sebagian warga lebih memilih untuk ke negara tetangga.

"Maka ada inisiasi gagasan 1.000 bendera merah putih. Pangdam pun langsung perintahkan kami membantu," tutupnya.