Skip to main content

Menantu Mantan Bupati Takalar Diduga Aniaya Jaksa Kejagung RI, ACC: Ada Kasus Besar Di Balik penganiayaan

Menantu Mantan Bupati Takalar Diduga Aniaya Jaksa Kejagung RI, ACC: Ada Kasus Besar Di Balik penganiayaan
Ilustrasi. (Int)

KABAR.NEWS, Makassar - Insiden pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan oleh inisial AM yang diketahui anak mantu dari mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin terhadap seorang jaksa Kejaksaan Agung RI, Taswin Imransyah (43) menuai banyak tanda tanya apa dari motif pemukulan itu.

Insiden pemukulan yang dilakukan oleh keluarga Mantan Bupati Takalar yang terjerat kasus dugaan korupsi penjualan lahan transmigrasi ini sehingga menjadi perhatian khusus salah satu penggiat korupsi yaitu Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi. Dimana ACC menduga ada motif menarik dibalik kasus dugaan penganiayaan tersebut.

ACC Sulawesi menganalisa dibalik penganiayaan terhadap anggota Jaksa Kejagung RI terdapat kasus besar tentang keterkaitan dalam pengurusan sebuah perkara yang sedang terjadi dan melibatkan keluarga pelaku.

"Kami yakin bakal ada intervensi kuat yang dialami penyidik Polsek Panakukang ketika ingin mengungkap motif dibalik penganiayaan ini. Kami menduga penganiayaan ini kemungkinan terkait dengan pengurusan perkara," ujar Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Anti Corruption Comnittee (ACC) Sulawesi, Rabu (22/11/2017).

Menurut Kadir, tidak mungkin pelaku mendatangi rumah korban lalu memukul tanpa ada masalah sebelumnya. Dalam penganiayaan ini kata Kadir pasti terdapat kasus besar sehingga keberanian dari pelaku langsung memukul anggota Jaksa Kejagung RI sehingga kasus ini harus diungkapkan sejauh mana motif penganiayaan yang melibatkan mantu mantan Bupati Takalar.

Kasus yang dianggap bukan hanya sekedar tindak pidana penganiayaan ini, maka Kadir menganggap apabila penyidik kepolisian untuk dapat mengungkap motif kasus dugaan penganiayaan ini, perlu ada pendampingan atau back-up dari Komisi Kejaksaan (Komjak) RI serta Asisten Pengawas (Aswas) Kejagung RI. 

"Kami juga secara kelembagaan akan membentuk tim memantau kasus ini. Karena keyakinan kami kuat ada dugaan gratifikasi yang menjadi motif dibalik kasus penganiayaan ini ,"beber Kadir. 

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin saat dikonfirmasi terpisah mengenai kasus penganiayaan ini hanya memilih bungkam dan diam tak mau memberikan penjelasan yang jelas. 

"Nanti saya cek dulu kebenarannya yah ,"singkatnya.

Sebelumnya, Kapolsek Panakukang Makassar, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengakui pihaknya hingga saat ini belum dapat mendalami apa motif dibalik dugaan penganiayaan yang dialami korban, Taswin yang diketahui sebagai salah satu jaksa dari Kejaksaan Agung RI tersebut.

"Pelaku kemarin sudah datang ke Polsek tapi pelapor dalam hal ini korban justru tak mau datang diambil keterangannya. Jadi kami kesulitan juga karena pelapor tak datang ,"ujar Ananda.

Pelaku utama, Inisial AM diketahui merupakan anak mantu dari mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin sedangkan korban merupakan jaksa yang bertugas di Kejaksaan Agung RI.

Awal penganiayaan bermula saat pelaku AM datang bertamu ke rumah korban di Perumahan De Mutiara Blok B3 No. 10 Kel. Sinri Jala, Kec. Panakukang, Makassar, Senin 20 November 2017 sekitar pukul 14.00 wita.

Setiba dirumah korban, pelaku yang datang bersama dengan seorang rekannya, inisial NU kemudian dipersilahkan masuk ke ruang tamu oleh korban. Perbincangan antara pelaku dan korban pun terjadi. Namun hanya berlangsung beberapa menit, keadaan berubah panas, pelaku tiba tiba menganiaya korban lalu memilih meninggalkan rumah korban menggunakan sebuah mobil.

Korban yang mengalami luka terbuka pada kepala bagian kiri tepatnya diatas telinganya serta pelipis matanya akibat penganiayaan tersebut, lalu melaporkan pelaku ke Polsek Panakukang.

Dari data yang dihimpun, pelaku sempat terlibat perbincangan dengan korban. Dimana keduanya membahas masalah terkait perkara dugaan korupsi penjualan lahan transmigrasi yang menjerat mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin sebagai tersangka. 

Burhanuddin sendiri saat ini berstatus tahanan titipan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar di sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar. Ia menjalani proses penahanan selama 20 hari terhitung sejak ia dimasukkan kedalam sel Lapas. 

  • Lodi Aprianto