Skip to main content

Maria Butina yang Dituduh Mata-mata Rusia akhirnya Bebas

Maria Butina yang Dituduh Mata-mata Rusia akhirnya Bebas
Aktivis pro senjata Rusia, Maria Butina. (Wikimedia/RT)

KABAR.NEWS, Moskow - Aktivis Senjata berkewarganegaraan Rusia, Maria Butina, akhirnya kembali ke negara asalnya pada Sabtu (26/10/2019) setelah menjalani hukuman penjara di Amerika Serikat (AS).


Butina mendekap di penjara AS sejak April 2019 karena tuduhan sebagai mata-mata Rusia karena gagal menjadi diplomat resmi. Perempuan tersebut datang ke AS dengan visa pelajar pada tahun 2016.


Baca juga: Alat Pembersih Samudra Mulai Sapu Pasifik untuk Angkat Sampah Plastik

Sebelum ditahan, Butina secara aktif terlibat dalam lingkaran pro senjata, yaitu National Rifle Association (NRA) dengan tujuan untuk memperluas undang-undang senjata di Rusia.


Namun, dia ditangkap oleh FBI pada Juli 2018 atas dugaan berkonspirasi untuk menyusup ke kelompok lobi untuk mempromosikan kepentingan Rusia di AS.


Selama di penjara, perempuan 30 tahun ini menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kurungan isolasi, sebelum akhirnya mengaku bersalah pada Desember 2018.


Butina mengaku bersalah pada Desember tahun lalu atas dakwaan tuduhan berkonspirasi dan bertindak sebagai agen asing untuk Rusia. Penahanan dan persidangannya telah digembar-gemborkan oleh media AS sebagai bagian dari Russiagate yang sekarang gagal.


Baca juga: India Uji Coba BrahMos, Rudal Hipersonik Berbahan Lokal

Dia juga dituduh melakukan hubungan seks dengan faksi politik di Negeri Paman Sam untuk menjalankan kepentingannya. Kasusnya juga banyak digunakan oleh para penjaja narasi anti-Rusia untuk menyiapkan Russophobia.


Kasusnya semakin menegangkan hubungan AS-Rusia sehingga, mendorong Moskow menuduh Washington memaksa Butina untuk mengakui apa yang disebutnya sebagai tuduhan konyol.


Sumber: VOA/RT

 

loading...