Skip to main content

Makassar F8 2018 Tercoreng oleh Aksi Protes Penyewa Tenant

Fub
Kurator food, Ade saat menghadapi protes dari sejumlah pemilik tenant makanan (food) di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (11/10/2018). (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS, Makassar - Event Makassar International Eight Festival and Forum (MIEFF) 2018 atau dikenal dengan F8 tercoreng oleh aksi protes pemilik tenant makanan.

Para pemilik tenant itu beramai-ramai mendatangi kurator Food and Beverage (F&B) Makassar F8 yang berada di Hotel Arya Duta, Kamis malam (11/10/2018) untuk menyampaikan protes atas ketidakadilan yang mereka dapatkan.

Sebabnya, kurator F&B Makassar F8 2018 dianggap amatiran pada event yang digadang-gadang berskala internasional ini. Juga, kurator dinilai semena-mena dalam mengatur penempatan tenant kuliner yang berjumlah 150 lebih.

Andi Reza Ardiansyah, salah seorang perwakilan pemilik tenant menyatakan ada beberapa hal yang menjadi tuntutan mereka.

"Para pemilik tenant memprotes sistem penentuan tempat tenant yang terkesan tidak transparan, kemudian clearing area oleh kendaraan baik roda empat dan roda dua yang tidak dilaksanakan dengan baik, dan memprotes keras mengenai sistem gate yang tidak konsisten," paparnya.

Menurut dia, penyelenggara seharusnya mengatur penentuan posisi tenant dengan melibatkan para pemilik tenant. Misalnya dengan melakukan pengundian nomor dan tempat tenant yang diusulkan saat techinal meeting, beberapa hari sebelum Makassar F8 2018 dihelat.

Akan tetapi, Ade, kurator F&B Makassar F8 tak mengindahkan usulan itu. Bahkan parahnya, tutur Andi Reza, pengumuman terkait posisi tenant kuliner disampaikan pada H-1 kegiatan. 

Para pemilik tenant yang mengaku dikenakan biaya masing-masing sebesar Rp5 juta sangat menyayangkan kebijakan kurator yang menempatkan mereka sangat jauh dari pusat keramaian pengunjung Makassar F8 2018.

"Nah, di sinikan posisi tenant diatur oleh kurator, tidak adil dong kalau ada yang disimpan di bagian yang ramai pengunjung dan yang tidak terjamah oleh pengunjung sedangkan kami bayarnya sama, tidak ada yang lebih mahal dan murah. Seharusnya mereka melibatkan kami untuk penentuan tempat seperti pencabutan lot, itukan fair," keluh Andi Reza.

Kurator F&B Ade mengaku ada kesalahan sistem yang dijalankan kurator serta miss koordinasi yang menyebabkan pemilik tenant merasa dirugikan.

"Saya berpikir di tempat anda itu ramai, kok," jelasnya.