Skip to main content

Mahasiswi di Makassar Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Driver Grab

Mahasiswi di Makassar Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Driver Grab
Terduga oknum grab diamankan polisi. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Aksi pelecahan seksual kembali terjadi di Kota Makassar. Kali ini, pelecehan tersebut menimpa IM (19), seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar.



Informasi yang dihimpun, mahasiswi asal Mandai, Kabupaten Maros ini, menerima perlakuan tidak wajar dari oknum driver online (Grab) di sekitar kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada November 2018 lalu.


Waktu itu, korban dijemput oleh terduga pelaku di kampusnya dan rencananya akan segera pulang ke rumahnya di Kabupaten Maros. Namun, di tengah perjalanan, pelaku tiba-tiba saja membelokkan arah mobilnya masuk ke sekitar kampus Unhas.


Melihat situasi sepi dan hanya berdua di dalam mobil. Niat jahat pelaku pun muncul dan langsung menarik baju korban lalu mencoba memasukkan tangannya kedalam baju korban. Dan juga, pelaku berusaha membuka celana korban. Namun korban waktu itu, terus memberikan perlawanan dan memberontak.


Melihat korban terus melakukan perlawanan, aksi bejat pelaku pun gagal. Dan korban yang tidak menerima perlakuan pelaku, sehingga langsung melaporkan hal tersebut ke kantor polisi terdekat yakni Polsek Tamalanrea.


Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsu Bachtiar yang dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya waktu itu langsung mengantongi identitas pelaku yakni IS, driver online Grab di Kota Makassar.


"Dari keterangan korban, dirinnya berlangganan dengan pelaku IS (sopir grab) dengan kesepakatan untuk antar jemput kampus dengan biaya per bulan Rp300 Ribu. Namun saat menjemputnya dengan maksud untuk pulang ke rumahnya, pelaku malah membawa masuk ke sekitar kampus Unhas dan mencoba untuk melakukan pelecehan seksual," ucap Bachtiar, Sabtu (12/1/2019) sore.


Lanjut Bachtiar, selain melakukan pelecehan, pelaku juga melakukan pemerasan terhadap korban dengan meminta sejumlah uang dengan segala macam alasan seperti untuk uang makan, rokok, bensin. 



Dan setiap minggunya juga pelaku meminta uang Rp400 Ribu untuk ganti oli mobil. "Pelaku bahkan meminta uang sebesar Rp500 Ribu untuk biaya keperluan istrinya," tambahnya.


Adanya laporan tersebut, Opsnal Polsek Tamalanrea langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku pun berhasil ditangkap di rumahnya di Perumahan Pondok Asri 1, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Jumat, 11 Januari 2019, kemarin.


"Pelaku bersama barang bukti berupa mobil Daihatsu sigra  DD 1768 KH warna abu-abu yang digunakan, telah diamankan di Mapolsek Tamalanrea untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut," pungkasnya.


  • Lodi Aprianto

 

loading...