Skip to main content

Mahasiswa Gondrong di Unismuh Makassar Dikeroyok Gegara Minta Korek

Gegara Minta Korek, Mahasiswa Gondrong di Unismuh Makassar Dikeroyok
Perkelahian dua mahasiswa di Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Rabu (4/12/2019). (Screen shot)

KABAR.NEWS, Makassar - Insiden perkelahian yang melibatkan dua mahasiswa berbeda fakultas di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, diduga karena dipicu korek api.


Seorang mahasiswa yang menyaksikan insiden tersebut menceritakan, kronologis yang terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, bahwa seorang laki-laki berambut gondrong dikroyok sejumlah mahasiswa lain.


Baca juga: Sering Bentrok, Kampus Unismuh Disebut Gagal Hadirkan Kenyamanan

"Saya kan mau masuk kuliah, tiba-tiba ada laki-laki rambut pendek marah teriak, langsungmi dipukul itu yang cowok rambut panjang, sambil teriak begitu kah caramu minta korek? Iya perkelahiannya gara-gara korek, ini yang gondrong minta korek ke cowo yang pendek rambutnya," kata perempuan tersebut yang namanya enggan disebut kepada KABAR.NEWS, Rabu (4/12/2019).


Meski perkelahian antara mahasiswa gondrong dan pria berambut pendek tersebut dilerai, namun salah satu rekan dari pria berambut pendek tetap menghujani bogem mentah ke arah mahasiswa berambut gondrong.


"Ini yang gondrong minta korek ke cowok yang pendek rambutnya, berdebatmi terusmi di situ sempatji dikasi pisah tapi tetapji emosi yang rambut pendek, langsungmi dipukul yang gondrong baru tiba-tiba langsung ada tiga orang pukul yang gondrong. Empat orang memukul tapi tidak bisa dibedakan yang mana kasi pisah yang mana memukul sama menendang," beber mahasiswi tersebut.


Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Unismuh Melukis Sambil Tutup Jalan

"Sempatji na bilang yang rambut gondrong kalau mau selesaikan, selesaikan sendiri-sendiri jangan main kroyok. Tapi dipukulki lagi, sempat ki dikejar juga sama banyak orang," sambungnya.


Insiden perkelahian dua mahasiswa Unismuh Makassar itu sempat beredar melalui tayangan video. Dari keterangan yang dihimpun keributan tersebut melibatkan antara mahasiswa fakultas Teknik dan fakultas Sosial Politik (Sospol).


Reza Rivaldy/CP/B

 

loading...