Skip to main content

"Lawan" Corona, Ema-emak di Maros Gratiskan Masker Buatan Sendiri

Masker
Ibu-Ibu di Alepolea Maros menjahit masker untuk dibagikan secara geratis kepada masyarakat.(KABAR.NEWS/Fahrul) 

KABAR.NEWS, MAROS - Saat ini Indonesia telah masuk dalam daftar negara yang diserang Virus Corona atau Covid-19. Ratusan orang di Tanah Air dinyatakan positif terpapar virus asal China tersebut. Bahkan sudah puluhan orang di antaranya meninggal dunia.


Berbagai cara telah dilakukan pemerintah. Bahkan masyarakat yang merasa peduli dengan 'bencana' ini bahu membahu berbuat apa saja yang menurutnya bisa membantu dalam mencegah virus mematikan ini.


Seperti yang dilakukan sejumlah emak-emak di Bontokapetta II, Kelurahan Alepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mereka berinisiatif menjahit masker dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Hasrina, salah satu pencetus pembuatan masker ini mengatakan, inisiatif itu muncul disebabkan langka dan mahalnya masker di pasaran saat ini. Maka dari itu dirinya bersama-sama dengan ibu-ibu lainnya di Bontokapetta membuat dengan cara menjahit sendiri masker untuk dibagikan secara gratis.


"Kasihan banyak orang mengeluh tidak bisa mendapatkan masker. Bahkan petugas di rumah sakit pun kekurangan. Di Wahidin penjenguk dilarang masuk kalau tidak memakai masker, sementara mereka tidak tau harus beli di mana dan harganya mahal," ucap Hasriani, Senin (23/3/2020).


Masker


Hasriani juga menjelaskan, pembuatan masker ini dari kain yang dibeli permeter dan tali elastis yang kemudian digunting sesuai pola dan dijahit. Sebelum dibagikan, kain ini juga disterilkan dengan menggunakan alat press dengan suhu sekitar 160 celcius kemudian dimasukkan ke dalam pembungkus plastik.


"Sebelum kami bagikan, tentunya kami menghindari ada bakteri di kain ini makanya kami press dulu agar kuman dan bakterinya mati," jelasnya.


Dirinya dan beberapa ibu-ibu lainnya sudah membuat masker ini selama 4 hari. Selapas mengerjakan pekerjaan rumah, siang harinya mereka muali menjahit dan memproduksi masker hungga sore. Perharinya mereka dapat memproduksi hingga seratus buah masker.


"Kain dan bahan bahan lain ini kita beli dari uang sumbangan masyarakat sekitar sini. Kami ada tuju orang sudah menjahit selama 4 hari. Kira kira sudah ada 13 meter kain yang terpakai," ungkapnya. 


Masker yang rampung dijahit dan disterilkan, kemudian dibagikan oleh para pemuda setempat di lokasi-lokasi yang menurut mereka rawan akan terpapar virus Corona. 


"Baru dua hari ini kami bagikan, hari pertama di simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin arah Makassar, hari ini kita bagikan di pengunjung dan petugas RS Wahidin. Hari pertama kami juga bagikan madu hutan asli secara gratis karena banyak sumbangan yang masuk. Madu kita ketahui baik buat menambah daya tahan tubuh," kata Arief, pemuda Bontokapetta yang turut membagikan Masker. 


Rencanaya, pembuatan masker secara swadaya ini akan terus mereka lakukan sampai wabah Corona ini redah. Mereka berharap, walaupun hanya sedikit, upaya ini bisa membatu masayarakt yang membutuhkan masker. 


"Kami juga berharap agar pemerintah khususnya di Maros lebih tanggap terhadap kejadian ini. Mudah-mudahan juga semakin banyak masyarakat maros yang tegerak hatinya," harapnya. 


Penulis: Fahrul/A
 

 

loading...