Skip to main content

Lagi, Saksi PT PP Beberkan Keterlibatan Jen Tang Dalam Kasus Buloa

sidang kasus buloa
Pihak PT PP saat bersaksi dan membeberkan peran Jen Tang dalam sidang lanjutan kasus korupsi penyewaan lahan negara Buloa, di Pengadilan Tipikor Makassar. (KABAR.NEWS/Arul Ramadhan)

KABAR.NEWS, Makassar - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Kamis (14/9/2017).

Dalam sidang kali ini, saksi dari PT Pembangunan Perumahan (PP) dihadirkan Jaksa Penuntut (JPU) untuk memberikan keterangan terkait keterlibatan sejumlah pihak terkait kasus ini. Dua saksi itu yakni, I Made selaku Projek Manejer dan Nyoman Gede Set Admintstrasi Manager PT PP.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, I Made salaku pelaksana sekaligus penanggung jawab teknis proyek tersebut mengakui hadir dalam pertemuan pertama di ruang rapat umum Asisten 1 Pemkot Makassar, M Sabri bersama sejumlah pihak, termasuk PT Pelindo IV Makassar untuk membahas perencanaan penyewaan lahan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Soedirjo Aliman alias Jen Tang dan kuasa hukumnya Ulil Amri, juga turut hadir selaku orang yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Berbagai hal diskusikan dalam pertemuan itu, termasuk dengan perencanaan penyewaan lahan negara tersebut.

"Di pertemuan pertama Jen Tang hadir juga dia akui kalau dia menguasai lahan di sana. Tapi waktu pertemuan pertama dia belum sempat perlihatkan bukti kepemilikan alas haknya. Belum ada juga keputusan untuk menyewa saat itu," terang I Made dalam sidang.

Karena belum menemukan kesepakatan pada pertemuan pertama, maka pertemuan kedua berlanjut juga di lokasi yang sama, ruang rapat umum M Sabri.

Dalam pertemuan tersebut, lagi-lagi Jen Tang dan Ulil Amri hadir. Pada pertemuan itu, dibahaslah persoalan sewa lahan. Jen Tang mematok harga Rp1 Miliar untuk sewa selama satu tahun kepada PT PP.

Namun, dalam pembahasan tersebut, M Sabri sempat memberikan masukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pertemuan, termasuk Jen Tang agar lahan yang ingin disewakan itu sebaiknya bisa dipertimbangakan untuk harga sewanya dengan alasan, proyek yang akan dibangun di sana merupakan proyek nasional.

"Dari masukan itu makanya Jen Tang turunkan harga sewa lahannya menjadi Rp 500 juta kemudian dia sempat perlihatkan gambaran lokasi yang akan kita pakai untuk jalur akses masuk ke sana," ucapnya.

Transaksi sewa lahan tersebut lanjut I Made terjadi dipertmuan ketiga. Tepatnya di ruko yang terletak di Jalan Gunung Bawakaraeng, milik Jen Tang.

PT PP langsung membayarkan uang cash Rp 500 juta itu kepada Jen Tang melalui Rusdin dengan bukti perjanjian sewa yang ditandatangani oleh PT PP dan Jen Tang juga M Sabri selaku, pihak yang memediasi pertemuan itu atas permintaan PT PP.

"Pertemuannya untuk 1 tahun, jadi kita bayarkan di sana Rp 500 juta itu disaksikan langsung sama Jen Tang karena kita ada di tempatnya di sana," tutupnya.

  • Arul Ramadhan