Skip to main content

Lagi, Polres Jeneponto Didesak Tuntaskan Kasus Jembatan Bosalia

Lagi, Polres Jeneponto Didesak Tuntaskan Kasus Jembatan Bosalia
Aksi unjuk rasa Gerakan Aktivis Mahasiswa di depan Polres Jeneponto dan Kejari terkait kasus jembatan bosalia, Senin (10/2/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Penyidik Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia yang bergulir sejak tahun 2017.


Penilaian itu datang dari Anggota Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Nurul Imam Rahman. Dia menuntut polisi segera menuntaskan kasus dugaan korupsi jembatan Bosalia yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp644 juta.


Baca juga: Jual 3 Mobil Cicilan, Oknum ASN di Jeneponto Dipolisikan


Jembatan Bosalia berlokasi di Kelurahan Sidenre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, tapi asas manfaatnya kata Nurul Imam belum juga dirasakan oleh masyarakat.


GAM kata Nurul Imam mempertanyakan mengapa Polres Jeneponto belum juga mampu mengusut kasus tersebut padahal telah memeriksa 16 saksi dan menetapkan 5 tersangka.


"Pengeledahan di kantor Dinas PU, sampai ditetapkan 5 orang tersangka yakni, MT, AM, AS, RM, dan AA, pada Rabu 20 Agustus 2019," jelas Nurul Imam saat menyampaikan orasinya di Kantor Polres Jeneponto, Senin (10/2/2020).


Pria berambut gondrong itu juga mempertanyakan alasan polisi tidak menahan kelima tersangka kasus dugaan korupsi Jembatan Bosalia. Menurutnya, bebasnya para tersangka berpotensi menghambat penyidikan polisi.


"Jangan sampai penahanan tidak dilakukan terhadap oknum yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dapat memperhambat proses penyidikan," terangnya.


Menurut dia, penyidik Polres Jeneponto sudah dua kali melimpahkan berkas perkara korupsi Jembatan Bosalia ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto namun ditolak karena hasil penyelidikan belum lengkap atau P-18.


"Tetapi dilakukan pengembalian berkas perkara oleh Kajari Jeneponto, untuk dilengkapi karena hasil penyelidikan beluml lengkap," katanya.


Baca juga: Didakwa Pasal Berlapis, Jubir Golkar Sulsel Hanya Senyum-senyum


Oleh karena itu, Nurul Imam mendesak Kejaksaan Negeri Jeneponto untuk memaparkan petunjuk jaksa tentang apa saja yang belum dilengkapi penyidik dalam P-19.


"Kejari paparkan petunjuk Jaksa dalam (P-19) karena terkesan ada upaya untuk memperhambat penanganan kasus tersebut," tandasnya.


Penulis: Akbar Razak/B

 

loading...