Skip to main content

Korea Selatan Akan Uji Coba E-Voting Berbasis Blockchain

Korea Selatan Akan Uji Coba E-Voting Berbasis Blockchain
Ilustrasi sistem e-voting berbasis teknologi Blockchain. (The Next Web)

KABAR.NEWS, Seoul - Korea Selatan berencana mengembangkan sistem pemungutan suara pemilihan umum secara online dengan berbasis Blockchain.

 

Dilansir dari ZDNet, Kementerian Sains dan ICT dan Komisi Pemilihan Nasional (NEC) Korsel mengatakan, akan mengembangkan sistem pemilihan online berbasis blockchain dan bakal diuji di sektor swasta Desember nanti.


Baca juga:

Sebelumnya NEC menjalankan sistem pemungutan suara online atau disebut K-voting sejak tahun 2013. Namun sistem itu diragukan karena alasan peretasan dan kekhawatiran penipuan.

 

Sementara, sistem pemilihan berbasis blockhain akan menerapkan sistem otentikasi terhadap pemilih dan penghematan hasil, yang akan meningkatkan transparansi dan keamanan.

 

Caranya, voting akan dilakukan melalui telepone seluler dan komputer pribadi. "Data pemilih akan disimpan di jaringan terdistribusi dan semua voters dapat melihat hasil voting saat mereka," kata NEC.

 

Mulai bulan depan, uji coba sistem pemilihan ini akan dilakukan Lembaga Blockchain Masyarakat Nasional Seoul dan Badan Internet dan Keamanan Korea serta pengawas konten internet di negara tersebut.

 

NEC kemudian akan memutuskan apakah sistem dapat digunakan untuk voting online setelah uji coba. Ini nantinya akan menambah kecerdasan buatan, data besar, dan teknologi IoT untuk lebih meningkatkan sistem pemilihan.

 

Diketahui, teknologi blockchain merupakan struktur data yang bisa diprogramkan untuk mencatat sejumlah data secara digital dalam sebuah Open Ledger (BukuBesar). Berbeda dengan database tradisional yang dikontrol oleh sebuah entitas. 

 

Teknologi blockchain membuat riwayat transaksi sebelumnya bisa tersimpan dan dapat ditelusuri. Di mana data tersebut tersimpan ke sejumlah jaringan, data transaksi tidak terpusat ke satu sumber sehingga bisa mencegah manipulasi data.

 

Tak hanya itu, teknologi blockchain juga bisa mencegah perilaku korup, kecurangan, hingga manipulasi dokumen.

 

loading...