Skip to main content

Komplotan Begal "Ero-Ero" Makassar Digulung Polisi

begal bangsat
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo dan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar. (IST)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Komplotan begal sadis di Kota Makassar, berhasil diringkus Jatanras Polrestabes Makassar. Satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan, karena berusaha melarikan diri.

 

Komplotan begal sadis ini adalah, Muh Ikhsan Syahputra alias Ikhsan (22), warga Jalan Maccini Pasar Malam, Rifaldi alias Tebas (18) warga Jalan Sungai Saddang Baru dan Rieynandi Gunawan alias Nandi (22) warga Kabupaten Gowa. Komplotan begal ini menamai dirinya sebagai kelompok Ero-Ero.

 

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, komplotan begal sadis ini kerap beraksi di Kota Makassar. Dalam beraksi, mereka tak segan-segan melukai korbannya menggunakan senjata tajam.

 

"Kelompol begal ini menamakan dirinya sebagai kelompok Ero-Ero. Mereka memiliki peran masing-masing. Seperti Iksan sebagai eksekutor, Tebas sebagai joki, Nandi bertugas memantau. Kelompok inilah yang sering beraksi di Makassar," kata Wahyu, saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis (6/12/2018).

 

Geng begal ini, kata dia, berjumlah empat orang. Namun satu pelaku berinisial RG masih dalam pengejaran. Berdasarkan pengakuannya, mereka telah beraksi di empat lokasi berbeda. Salah satunya di Jalan Kancil dengan korban seorang ayah dan ana. Peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu.

 

"Ini yang masih didalami dan berdasarkan pengakuan pelaku, baru empat kali mencuri di wilayah hukum Polres Gowa, Manggala, Mamajang dan Jalan Jambu Makassar. Dalam beraksi, mereka tidak segan melukai korban jika keinginan mereka tak dipenuhi," ungkapnya.

 

Menurut pelaku, barang hasil kejahatan seperti handphone, langsung dijual di situs jual beli online. Hasilnya kemudian dibagi empat untuk membeli pakaian dan sabu-sabu. "Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga unit handphone, sepeda motor dan satu senjata tajam," jelasnya.

 

  • Lodi Aprianto

 

loading...