Skip to main content

Kepala BNPB: Perang Mungkin Ada, Tapi Bencana Sudah Pasti Terjadi

BNPB
Kepala BNPB Doni Munardo saat memberikan pengarahan di Kantor Gubernur Sulsel. (Dok. Humas Sulsel)

KABAR.NEWS, Makassar- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Munardo memberikan pengarahan penanggulangan bencana di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Senin (10/2/2020).

 

Doni menyampaikan peran penting seluruh stakeholder dalam penanganan bencana alam, terutama langkah antisipasi atau pencegahan. Anggota TNI aktif berpangkat Letnan Jenderal tersebut mengatakan Indonesia bukan hanya jadi market bencana tapi juga harus jadi laboratorium bencana.

 

"Bencana pasti akan kita hadapi, kalau perang mungkin, bisa jadi bisa tidak. Kenali ancaman dan siapkan strateginya, ketahui masalah dan carikan solusinya," kata Doni.

 

Doni menyebutkan, saat musim kemarau, bencana yang sering terjadi adalah kekeringan dan kebakaran hutan. Saat musim hujan, banjir, longsor dan gelombang tinggi hingga abrasi menjadi ancaman. Di peralihan musim pun, angin kencang sampai puting beliung mengancam masyarakat Indonesia.


BNPB 


Dia juga memaparkan data selama 20 tahun (2000-2019) tercatat 1,226 juta meninggal akibat bencana di seluruh dunia. Sementara korban perang sekitar 1,125 juta. Indonesia berada di peringkat kedua korban meninggal akibat bencana.

 

"Bahkan pada tahun 2018, Indonesia peringkat pertama korban jiwa terbanyak akibat bencana. Khususnya gempa bumi di Palu dan NTB serta Tsunami di selat Sunda. Bencana di Indonesia, 98 persen karena hidrometeorologi dan hanya 2 persen geologi," rincinya.

 

Sementara itu, anggota komisi VIII DPR RI, Syamsu Niang menyebutkan pada tahun 2020 ini Undang-undang kebencanaan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Ini untuk memperkuat kedudukan BNPB dan BPBD.

 

"Setiap tahun anggaran kebencanaan sekitar Rp4 triliun. Dana ini masih minim sebenarnya, kita berharap tidak ditambah karena kalau itu terjadi berarti banyak bencana di Indonesia," pungkasnya.

 

loading...