Skip to main content

Kasus Asusila Kadis Koperasi Jeneponto: Ingin Banding Usai Vonis 5 Bulan

kabar.news
H Subair terdakwa kasus pencabulan terhadap stafnya sendiri perempuan Inisial JN resmi diputus 5 bulan penjara oleh pengadilan negeri Jeneponto. (KABAR.NEWS/Akbar Razak)

 

 

KABAR.NEWS, JENEPONTO - Terdakwa H Subair yang sekaligus Kepala Dinas Koperasi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, divonis 5 bulan penjara oleh pengadilan negeri Jeneponto, Selasa (19/5/2020) kemarin. Putusan hakim karena sang kadis terbukti bersalah atas kasus pelecehan terhadap stafnya sendiri.

 

Pembaca amar putusan dipimpin langsung hakim ketua Arif Karyadi dan didampingi dua hakim anggota. Sedangkan terdakwa juga didampingi dua orang pengacaranya.

 

Putusan terdakwa lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu hukuman 10 bulan. Sedangkan, majelis hakim hanya memputus terdakwa 5 bulan penjara.

 

Kendati demikian, JPU dalam hal ini Kasipidum Kejari Jeneponto, Asnaeni mengatakan bahwa pihaknya menuntut terdakwa selama 10 bulan penjara. Dia juga menegaskan, bahwa dalam 7 hari ke depan pihaknya akan mengambil sikap.

 

"Diputus 5 bulan penjara dan diperintahkan ditahan, dan keputusan kami kemarin 10 bulan jadi sikap kami adalah pikir - pikir dulu, mungkin dalam waktu 7 hari ke depan kita akan mengambil sikap, apakah kita banding atau bagaimana," ujarnya kepada KABAR.NEWS di kantor PN Jeneponto.

 

Sementara, kuasa hukum Subair, Nur, mengatakan, pihaknya menghargai putusan majelis hakim. Hanya saja, dirinya meminta kepada hakim agar kliennya tidak ditahan.

 

"Kami hormati, kami hargai putusan hakim untuk memutus beliau (Subair) selama 5 bulan tapi perlu dipertimbangkan di pasal 21 ayat 4 bahwa, putusan di bawah 5 tahun itu kemungkinannya untuk tidak ditahan kalau tidak ditahan sebelumnya," ujarnya.

 

Pihaknya telah berkesimpulan menyampaikan untuk banding. Pasalnya, dia menilai, bahwa fakta - fakta di persidangan masih ada kejanggalan yang perlu diungkap.

 

"Kita putuskan untuk banding. Fakta - fakta di persidangan menurut kami masih ada yang janggal untuk diungkap, sehingga kami menyampaikan, kami akan melakukan banding," terangnya.

 

Pihaknya juga menilai, bahwa kalau tetap dipaksakan terdakwa untuk ditahan, maka dianggap melanggar di pasal 21.

 

"Nanti ada putusan banding untuk memutus beliau, baru kemudian dilakukan penahanan kalau terbukti, ini belum ada putusan ikrah jadi tidak boleh menghukum seseorang kalau belum inkrah, apalagi beliau selama ini kooperatif ketika ada sidang," pungkasnya.

 

Sebelumnya, H Subair dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan tindak pidana asusila terhadap perempuan inisial JN yang juga merupakan istri dari seorang anggota polisi. Subair saat itu mencium JN saat hendak ber-selfie berdua di kantornya.

 

  • Penulis: Akbar Razak/B

 

 

Flower

 

loading...