Skip to main content

Joko Driyono Tersangka, Satgas Mafia Bola amankan Bukti Transfer Ratusan Juta

 Joko Driyono Tersangka, Satgas Mafia Bola amankan Bukti Transfer dan Uang Tunai
Satgas Anti Mafia Bola bersama Mabes Polri memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari kediaman Joko Driyono, Sabtu (16/2/2019). (Instagram/divisihumaspolri)

KABAR.NEWS, Jakarta - Satgas Anti Mafia Bola membeberkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di kediaman Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang juga tersangka kasus dugaan pengaturan skor pertandingan.


Baca juga: Status Joko Driyono Akan Diputuskan Dalam Rapat Exco PSSI Besok

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, Jumat (15/2/2019), tim Satgas Anti Mafia Bola mengamankan sejumlah uang cash dan bukti transaksi via transfer bank.


Adapun nominal uang yang diamankan oleh Satgas Anti Mafia Bola di kediaman Joko Driyono, Rp300 juta dalam bentuk cash dan Rp500 juta dalam bukti transaksi via transfer.


"Polisi menemukan bukti transaksi Rp 500 juta transfer, Rp 300 juta uang cash dan sampai saat ini masih diselidiki oleh tim Kasubsatgas Gakkum Anti Mafia Bola," tulis caption unggahan akun instagram Divisihumaspolri, Sabtu (16/2/2019).


Tim Satgas Anti Mafia Bola hingga saat ini telah menetapkan 15 tersangka kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepakbola. Ada pun barang bukti berupa 9 buah hand phone dari kediaman Joko Driyono, juga masih dalam penyelidikan satgas.


"Masih didalami. Sejumlah uang, iPad, laptop, buku tabungan, 9 HP, dokumen, dan lain-lain," kata Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo kepada detik, Sabtu (16/2/2019). 


Baca juga: PSSI Tegaskan Joko Driyono Bukan Tersangka Pengatur Skor 

Sementara pihak PSSI membantah jika Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pengaturan skor. Menurut PSSI, pengganti Edy Rahmayadi tersebut dijadikan tersangka karena menerobos police line atau garis polisi di kediamannya.


"Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, Memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) oleh penguasan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Ketua Komite Hukum PSSI Gusti Randa, dikutip dari laman PSSI.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by kabar.news bola (@kabar.news_bola) on


Dalam waktu dekat,  Komite Ad Hoc PSSI juga akan melakukan komunikasi dengan Joko Driyono. Serta berharap kepada Plt Ketua Umum memberikan penjelasan dengan benar, terang dan tidak terlibat pengaturan skor maupun manipulasi pertandingan.
 

 

 

loading...