Skip to main content

Jelang UNBK, Kadisdik Makassar Ingatkan Tiga Hal Ini Harus Disiapkan

Jelang UNBK, Kadisdik Makassar Ingatkan Tiga Hal Ini Harus Disiapkan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando. (KABAR.NEWS/Ratih)

KABAR.NEWS, Makassar - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mematangkan persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Baca juga: Momen Imlek, Wali Kota Makassar Kunjungi Tokoh Tionghoa

Kepala Dinas Pendidikan Makassar Abd Rahman Bando mengatakan, Disdik Makassar siap menghadapi UNBK pada 22 April 2019 yang akan datang. 


"Saya mengunjungi beberapa sekolah di Makassar, dan alhamdulillah. Persiapan personalia kita juga sudah oke," kata Rahman saat ditemui di Balaikota, Selasa (5/2/2019).


Rahman mengaku, peralatan teknis UNBK tidak mencukupi sesuai jumlah peserta didik di Kota Makassar.


"Kita kan bagi jadi tiga sesi, maka setiap sesi ujian harus menyiapkan lima puluh persen plus sepuluh persen karena harus ada cadangan sepuluh persen penyediaan laptop dan komputer, hal ini dilakukan agar menghindari trouble saat ujian berlangsung," imbuhnya.


Baca juga: Apresiasi Ketua PKK Sulsel Event Makeup Wedding Khas Bugis-Makassar

 

Selain itu, Rahman Bando menjelaskan, terdapat enam sekolah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum dikunjungi.  "Kita ada enam sekolah di pulau, dua diantaranya yang akan melaksanakan UNBK mandiri, yaitu di Barrang Lompo dan Kodingareng," katanya.


Rahman mengungkap, terdapat tiga hal yang perlu dipastikan kesiapannya jelang menghadapi UNBK. 


"Yang jelas yang perlu dipastikan kesiapannya yaitu kesiapan laptop, kesiapan listrik, kesiapan jaringan telekomunikasi. Ini yang perlu kita yakini dua bulan sebelum berlangsungnya UNBK," ungkap Rahman Bando.


Tidak hanya itu, Disdik Kota Makassar berencana melakukan simulasi lokal di seluruh Kota Makassar dengan menggunakan server sendiri.


"Kebetulan kita punya server sendiri, jadi kita akan adakan simulasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak-anak kita tidak ada lagi yang lemot dalam mengoperasikan perangkat-perangkat komputer itu, utamanya yang dari pinggiran dan pulau," jelasnya.


Terkait dengan anak-anak pulau yang tidak bisa menjalankan UNBK mandiri akan bergabung dengan sekolah di Kota Makassar. 


Baca juga: Dilaporkan ke Kejaksaan, Dinkes Makassar Akui Proyek 6 Puskesmas Tak Rampung 100%

"Nanti ada sekolah rujukan untuk mereka. Yang harus saya pastikan dimana mereka menginap, karena saya tidak mau mereka terpencar dan besoknya terlambat ke sekolah," imbuhnya.


Rahman menyaran untuk setiap sekolah melalukan pemerataan kualitas pendidikan. "Kalau kita mau pemerataan kualitas pendidikan, maka ratakam dulu pelayanan sarana dan prasarananya," pungkasnya.


  • Ratih Sardianti Rosi

 

loading...