Skip to main content

Instruksi Pimpinan Kampus, Satpam UIN Gusur dan Bakar Balai-balai Mahasiswa

IST
Pembongkaran Balai-balai Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang dilakukan Satpam atas Instruksi Pimpinan Kampus, Jumat (19/5/2017) dini hari. (KABAR.NEWS/Istimewa).

KABAR.NEWS, Gowa - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN) Makassar mengecam tindakan pimpinan kampus mereka yang membongkar sejumlah Balai-balai atau tempat duduk mahasiswa yang terbuat dari bambu. Balai-balai tersebut sering menjadi pondokan tempat berkumpul kelompok mahasiswa dan dibakar oleh satpam kampus, Jumat (19/5/2017) dini hari di areal Kampus 2 UIN Alauddin, Jl H. M. Yasin Limpo, Kabupaten Gowa. 

Kepada KABAR.NEWS, Ketua Mapalasta Uin Alauddin, Bulbul mengatakan bahwa perusakan balai-balai sangat disayangkan, karena dilakukan tanpa ada pemberitahuan atau peringatan sebelumnya oleh pimpinan kampus UIN Alauddin terhadap kelompok organisasi Mahasiswa yang memiliki Balai -balai tersebut.

"Itu yang kami sesalkan kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya kalau memang balai -balai itu mau dibongkar. Supaya kita juga bisa mengamankan barang-barang atau simbol - simbol organisasi yang ada di situ," ujar Bulbul, saat diminta tanggapannya, Jumat (19/5/2017).

Bulbul menjelaskan, penertiban itu juga tidak dilakukan dengan cara yang baik - baik, seperti menurut Bulbul dapat dilakukan dengan hanya dibongkar tanpa ada pembakaran. Apalagi menurutnya hanya balai -balai tertentu yang dibakar, sebagian lagi hanya dibongkar rata dengan tanah.

Sementara Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Sity Aisyah mengungkapkan, pembongkaran balai -balai mahasiswa bertujuan untuk menata kebersihan di Kampus 2 Uin Alauddin. Ia berdalih, tindakan tersebut dilakukan berdasar hasil Rapat Pimpinan Kampus Uin Alauddin, salah satunya diputuskan membongkar balai-balai mahasiswa.

"Sudah ada keputusan Rapim untuk dilakukan pembongkaran terhadap pondokan mahasiswa. Tujuannya untuk menata keindahan kampus. Bayangkan kalau semua di pojok-pojok kampus ada gubuk-gubuk seperti itu," ujar Prof Sity Aisyah, saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (19/5/2017).

Dijelaskan Prof Sity Aisyah bahwa larangan untuk mendirikan gubuk-gubuk di dalam kampus juga telah tidak dibolehkan dalam buku saku mahasiswa UIN Alauddin. Prof Sity Aisyah melanjutkan, jika terjadi pembakaran hal itu di luar instruksinya.

"Kalau ada pembakaran saya tidak tahu. Mungkin itu iniasitif dari yang di bawah (sekurity) kita hanya instruksikan saja penertiban," kata Prof Sity Aisyah.

Diketahui, puluhan balai- balai atau tempat pondokan kecil mahasiswa dibongkar oleh security kampus UIN Alauddin, sekitar pukul 01:15 Wita, Jumat dini hari. 

  • Arya Wicaksana