Skip to main content

Ini Alasan Bandar Narkoba 3,4 Kilogram Asal Pinrang Divonis Bebas

Ini Alasan Bandar Narkoba 3,4 Kilogram Asal Pinrang Divonis Bebas
Ilustrasi. (KABAR.NEWS)

KABAR.NEWS,Makassar - Bandar besar narkoba lintas provinsi asal Kabupaten Pinrang, Syamsul Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid, kini telah menghirup udara bebas. Pemilik sabu 3,4 Kilogram ini divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, pada 9 Januari 2019 lalu.


Teka-teki bebasnya bandar narkoba kini mulai terungkap. Saksi yang dihadirkan mengaku bahwa barang bukti 3,4 Kilogram sabu-sabu yang ikut diamankan bukanlah milik Kijang, melainkan milik pelaku atas nama Salihin.


"Para saksi yang dihadirkan menerangkan bahwa barang bukti dalam perkara itu adalah milik Kijang sebagai bos dari para saksi. Namun, dalam persidangan saksi-saksi mencabut keterangannya dalam BAP tersebut, khusus tentang kepemilikan bukanlah, milik dari terdakwa tetapi milik Tuan Salihin yang pada saat itu juga sempat diamankan bersama-sama dengan saksi. Para saksi juga telah membuat surat pernyataan dan telah diserahkan di depan persidangan," ucap Tim Jaksa Penuntut Umum, Andi Hariani Gali, Selasa (12/2/2019).


Hariani menuturkan, didalam persidangan dan berdasarkan keterangan saksi Edi Ello dan Mustafa Ali yang juga merupakan narapidana dalam perkara narkotika di Pinrang yang perkaranya sudah diputus dan masing-masing putus dengan hukuman 16 tahun ini, bahwa mereka tidak menunjuk Salihin sebagai pemilik barang karena diimingi-imingi biaya hidup. 


Sehingga saat itu, mereka di hadapan polisi menunjuk Kijang sebagai pemilik barang atas permintaan Salihin.

Namun belakangan, janji manis Salihin ini pun tak kunjung ditepati. Ia malah menghilang dan tanpa ada kabar semenjak kedua saksi menjalani hukuman penjara. Atas dasar itu, mereka pun membeberkan fakta sebenarnya di hadapan majelis hakim.


"Menimbang bahwa saksi saksi menunjuk terdakwah sebagai pemilik barang bukti atas perintah dari Salihin dan keberadaannya diketahui lagi berada dimana dan saksi saksi tidak tega menunjuk karena di janjikan biaya hidup saksi, saksi mau dan tega menunjuk Kijang, karena para saksi sudah dijanjikan biaya hidup dan keluarganya, akan ditanggung oleh Salihin. Tetapi, ternyata setelah proses persidangan Salihin tidak pernah memenuhi janjinya," ungkapnya.


Dalam fakta persidangan juga, kata Hariani, para saksi yang dihadirkan dalam persidangan kenyataannya tidak mengenal sosok dari Syamsul Rijal alias Kijang, warga Kabupaten Pinrang yang divonis bebas oleh majelis hakim.


"Terungkap bahwa Edi juga tidak pernah kenal dengan Kijang sebelumnya," tutupnya.
Perlu diketahui, bandar narkoba asal Kabupaten Pinrang tersebut merupakan DPO sejak tahun 2016 silam. Tersangka dilakukan penangkapan oleh anggota Direktorat Narkoba Polda Sulsel di perbatasan Indonesia-Malaysia, Pulau Sungai Nyamuk, Desa Bambanga, Kecamatan Sabati, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada 20 Mei 2018 lalu.

 

 

  • Lodi Aprianto

 


 

 

 

loading...