Skip to main content

Wabup Gowa Pimpin Tim Peti, 6 Alat Berat Diamankan

Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (Peti) yang dipimpin Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni Kareng Kio berhasil mengamankan satu eskavator dan lima truk di sebuah lokasi tambang di Dusun Data, Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, yang dipastikan tidak memiliki izin. (IST)

KABAR.NEWS, Gowa - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan serta seluruh Muspida di lingkup Pemerintahan Kabupaten Gowa akhirnya menyepakati pembentukan Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (Peti), Sabtu (12/8/2017).

Usai dibentuk, tim yang terdiri dari unsur Pemda, Polres, Kodim, dan Kejaksaan yang dipimpin Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni Kareng Kio ini langsung mengamankan satu eskavator dan lima truk di sebuah lokasi tambang di Dusun Data, Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, yang dipastikan tidak memiliki izin.

Kelima truk yang diamankan dalam kondisi terisi bahan material. Sementara, beberapa lokasi yang dicuriga sebagai tambang liar tidak melakukan aktivitas.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat dikonfirmasi menuturkan, penangkapan itu sebagai bukti keseriusan seluruh elemen yang tergabung di tim terpadu dalam menertibkan tambang liar.

"Itu kategori pelanggaran berat. Di lokasi penambangan itu benar-benar sangat merugikan lingkungan. Penambangan di lokasi itu mengakibatkan kerusakan lingkungan," tandasnya.

Adnan memastikan, para pelaku yang terlibat dalam penambangan liar di Dusun Data akan diproses hingga ke pengadilan. "Tidak ada kompromi. Masalah tambang liar ini sudah sangat meresahkan. Selain merusak lingkungan, mereka juga sudah banyak merusak infrastruktur jalan kabupaten," ujarnya.

Pihak kejaksaan sendiri bahkan memastikan siap menggunakan semua pasal yang dilanggar untuk memberatkan hukuman pelaku tambang liar. "Pihak kejaksaan siap memproses para pelaku tambang liar hingga ke pengadilan. Ancaman hukuman hingga 10 tahun," tegas Susanto, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa.

  • Lodi Aprianto