Skip to main content

Video: Kankemenag Sinjai Ngobrol Pakai Bahasa Bugis dengan Jemaah Haji Turki

Video: Kankemenag Sinjai Ngobrol dengan Jemaah Haji Turki Pakai Bahasa Bugis
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai Abdul Hafid M. Talla dengan jemaah haji Turki, di Mekkah, Arab Saudi. (Screen shot)

KABAR.NEWS, Makassar - Video perbincangan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sinjai Abd. Hafid M Talla dengan jemaah haji asal Turki di Mekkah, Arab Saudi kini menjadi perbincangan.


Dalam video berdurasi 1 Menit 12 detik, terlihat Abdul Hafid berbincang dengan seorang jemaah haji asal Turki sembari saling merangkul. Menariknya, obrolan tersebut berlangsung menggunakan bahasa yang berbeda. 


Tonton juga: Tanggapi Anjing Masuk Masjid, Deddy Corbuzier: Gue Bangga Sama Islam

Abdul Hafid menggunakan bahasa bugis, sementara jemaah asal asal Turki tersebut terdengar melisankan bahasa asli Turki yakni bahasa Anatolia. Obrolan keduanya tampak "nyambung" meski berbicara dengan bahasa masing-masing.


"Iyya poleka di Sulawesi Selatan, idi pole tegaki? (Saya dari Sulawesi Selatan, kalau kita orang dari mana?)," kata Abd Hafid dalam video itu, seraya memperkenalkan diri.



Ketika dikonfirmasi KABAR.NEWS melalui pesan WhatsApp, Abd Hafid menuturkan bahwa video yang direkamnya itu dilakukan secara spontan. Abd Hafid berada di Tanah Suci sebagai Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Kabupaten Sinjai.


"Spontan saja, kami barengan jalan menuju Mesjid Nabawi tanpa tegur sapa padahal kita bersaudara dan memiliki tujuan yg sama, maka spontan saya rangkul langsung saya tarik handphone mau foto, tapi kenapa langsung buka vidio dan saya shooting sekaligus ajak bicara walau tidak saling memahami," ungkapnya.


Abdul Hafid mengakui, baik dirinya dan jemaah haji asal Turki tersebut tidak saling mengenal apalagi memahami bahasa masing-masing.Tapi terlihat dalam video itu keduanya seolah-olah saling memahami dengan menggunakan bahasa yang berbeda.

 

Sehingga Abd. Hafid memaknai dalam videonya itu bahwa dalam berkomunikasi itu tak mesti mengerti bahasa lisan "Bahasa tubuh pun bisa membuat kita akrab, saling mengenal, saling memahami dan mencintai apalagi terhadap sesama muslim, kita berjalan seiringan dan pasti memiliki tujuan yang sama sesuai tuntunan agama," jelasnya.


Tonton juga: Video: Ratu Tisha Sekjen PSSI Beberkan Kriteria Cowok Idamannya

Menurut Kepala Kemenag Sinjai tersebut, komunikasi yang dilakukan dua arah dengan bahasa berbeda, tak harus memicu saling membenci atau tidak saling mengenal, sebab kata dia, Tuhan memang menciptakan perbedaan itu.


"Saya memaknai kisah spontan saya dengan orang Turki itu sebagai wujud persaudaraan yang hakiki, ternyata saudara semuslim kita di luar sana butuh juga komunikasi dengan kita walau tanpa harus dalam satu bahasa," ungkap mantan Kasi Binmas Kemenag Bulukumba itu.


Di akhir berbincangannya, Kepala Kemenag Sinjai dengan jemaah haji asal Turki tersebut saling mengucapkan salam.


  • Syarif