Skip to main content

Tembus Tiga Juta Penonton, Ini Ungkapan Sang Sutradara Film Pengabdi Setan

ps f
Film Pengabdi Setan (INT)

KABAR.NEWS – Film Pengabdi Setan betul-betul fenomenal. Film horor terbaru ini kini sudah menembus hingga 3 juta penonton. Pencapaian tersebut diraih dalam kurun waktu 20 hari sejak film tersebut diputar di bisokop Indonesia.

 

Selaku sutradara dan penulis skenario Joko Anwar mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton Indonesia.
"Terima kasih teman-teman. Kalian yang buat ini jadi mungkin. Pengabdi Setan telah menembus 3 juta penonton. Terima kasih. Salam dari kami semua kru dan pemain," tulisnya dalam caption di akun instagramnya.

 

Pencapaian film ini melebihi film Danur yang meraih 2,6 juta penonton dalam kurun waktu 27 hari. Dengan pencapaian tersebut, tidak heran jika film ini berhasil juga menyabet 13 nominasi dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017.
Tentunya pencapaian ini akan masih akan bertambah mengingat film tersebut masih tayang di bioskop.

 

Joko Anwar pun tak lupa mengajak untuk menonton Pengabdi Setan lewat video yang di unggah di akun di instagram.
"Ibu titip salam. Temui Ibu segera di bioskop," begitu tulisan yang tercantum dalam video yang terkesan horor lengkap dengan sosok sang Ibu. 

 

Pengabdi Setan merupakan film horor Indonesia yang dirilis pada 28 September 2017 dan merupakan remake dari film berjudul sama pada tahun 1980. Kisah dibuka dengan masalah finansial keluarga Rini (Tara Basro) yang kehabisan uang untuk biaya pengobatan sakit sang ibu (Ayu Laksmi). 

 

 

Penyakit yang begitu parah membuat ibu Rini tak mampu menggerakkan tubuhnya dan hanya berbaring di tempat tidur.
Untuk memanggil dan meminta bantuan, ibu Rini harus membunyikan lonceng. Berbagai upaya dilakukan keluarga Rini untuk mendapatkan uang tambahan, termasuk meminta royalti milik sang ibu yang sempat berkarier di dunia tarik suara, sebelum akhirnya jatuh sakit selama tiga setengah tahun tanpa diketahui penyebabnya.

 

Anak kedua keluarga itu, Tony (Endy Arfian), pun rela menjual sepeda motor dan barang pribadi lainnya demi menolong keluarganya. Ayahnya (Bront Palarae) pun harus berhemat dan sesekali bekerja ke luar kota karena harus tetap membiayai keempat anaknya.

 

Upaya keluarga untuk membuat sang ibu sembuh dari penyakitnya gagal setelah Rini menemukan sang ibu terjatuh di lantai kamarnya dan menghembuskan nafas terakhir.