Skip to main content

Tayang Perdana Film "Cenning Rara" Diserbu Warga Pangkep

Tayang Perdana Film "Cenning Rara" Diserbu Warga Pangkep
Penonton yang memadati Gor Tonasa 1 Kabupaten Pangkep untuk menyaksikan pemutaran perdana film Cenning Rara, Minggu (15/3/2020). (KABAR.NEWS/Saharuddin)

KABAR.NEWS, Pangkep - Pemutaran perdana film "Cenning Rara" diserbu warga yang ingin menyaksikan film bernuansa kearifan lokal di Gor Tonasa 1, Kabupaten Pangkep, Sulsel pada Minggu (15/3/2020) kemarin


Film Cenning Rara sengaja mengangkat isu-isu lokal untuk menunjukkan bahwa budaya Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Melainkan juga kekhasan budaya Bugis.


"Sebagai putra dearah, tentu saja saya juga Ingin mengangkat nilai-nilai budaya dari kampung halaman saya, Pangkep. Dan saya percaya kearifan lokal bakal menjadi kekuatan baru di Perfilman Indonesia," ujar Sutradara sekaligus Produser film Cenning Rara, Arman Pio, KABAR.NEWS di Pangkep, Senin (16/3/2020).


Cenning Rara menceritakan sebuah mantra pemikat hati dari tanah Bugis, yang diwariskan turun temurun, untuk diangkat menjadi sebuah cerita menarik terutama di kalangan anak muda.


Cenning Rara yang berarti mantra pemikat hati sendiri merupakan sebuah isu yang tak lekang oleh zaman di kalangan Bugis Makassar. Lanjut diceritakan Arman Pio, Ibarat anak sekolah, semua crew sedang praktek kerja lapangan.


"Kami berkarya dan memamerkannya kepada banyak orang. Laiaknya uji publik. Kami melihat reaksi dan pecahnya tawa penonton saat gala premiere semalam membuat kami terharu," tutur Arman.


"Kami berharap karya kami mendapat komentar dan tanggapan dari masyarakat umum. Komentar itu akan kami jadikan bahan evaluasi untuk Komunitas jalan cerita berkarya lebih baik lagi," tambah dia.


Arman berharap Komunitas Jalan Cerita (KJC) yang menggarap film Cenning Rara suatu saat akan menjadi rumah produksi profesional dan menjadi profesi untuk pemuda Pangkep.


a

"Supaya anak muda pangkep pada umumnya terispirasi bahwa, tidak selamaya pekerjaan itu menjadi pegawai, karyawan, harus kantoran, pergi pagi pulang sore, menungggu gaji bulanan dll," jelasnya.


Kata dia, proses penggrapan naskah film Cenning Rara dimulai sejak September 2019. Untuk proses syuting dimulai pada November lalu hingga bulan Februari 2020.


"Kami membutuhkan 13 hari  hari selama 4 bulan. Kami terkendala cuaca hingga harus menyesuaikan waktu.  Kendala yang lain karena kru dan talent tanpa kontrak perjanjian di atas kertas, menyebabkan proses produksi tidak rapih. Kru dan talent tidak terikat kontrak," katanya.


Film Cenning Rara mengisahkan tentang sosok Baya yang resah karena semakin dewasa tak menemukan pasangan Hidup. Hingga Baya menyerahkan warisan mantra hati kepada adik laki-lakinya untuk dipergunakan membantu temannya yang sedang dimabuk cinta.


Pemeran Cenning Rara dimainkan oleh remaja dan anak muda Kabupaten Pangkep, yaitu, Gita sebagai Fadilah, Gilang sebagai Akbar Junior, Restu sebagai Akbar senior, Anti sebagai Baya.


Penulis: Saharuddin/B

 

loading...