Skip to main content

Tangani Kasus Obat G Segudang, Kejati-Polda Saling "Ping Pong"

KABID HUMAS POLDA SULSEL dan kasi penkum kejati sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani Vs Kasi Penkum Kejati Sulselbar, Salahuddin. (KABAR.NEWS/Irfan Ma'ruf)

KABAR.NEWS, Makassar - Alexander (56), bos pemilik gudang obat daftar G di Jalan Malengkeri, Kota Makassar diduga masih bebas bekeliaran. Pasca penggerebekan yang dilakukan Polres Gowa di Jalan Malengkeri Makassar, Senin (17/7/2017) lalu, ditemukan ribuan butir obat.

 

"Jenis obatnya macam-macam. Ada Tramadol, Somadril, Gastrul, Gynaecosit, Luxuan, Emperor Capsule dan Frixitas. Kalau ditaksir jutaan butir yang memang siap untuk diedarkan ke masyarakat," ujar AKBP Aris Bachtiar, Kapolres Gowa.

 

Pengungkapan ini setelah polisi menangkap dua pelaku, Kasmin (34) dan Muis Dg Nyiko (40). Keduanya diringkus Tim Khusus Polres Gowa, Senin (17/7/2017) sekira 16.00 Wita, di rumah Muis Dg Nyiko, Jalan Daeng Tata Lama, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

 

Dua hari pasca pengungkapan, kasus tersebut diambil alih Polda Sulsel. Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar saat dikonfirmasi, membenarkannya. "Iya benar, kemarin kita sudah serahkan ke Polda Sulsel," ujar Aris Bachtiar kepada KABAR.NEWS via telepon, Rabu (19/7/2017).

 

Polres Gowa berhasil mengamankan belasan karung obat daftar G di salah satu Rumah Toko di Jalan Mallengkeri, Makassar, Senin   (17/7/2017).

 

Penanganan di Polda Sulsel pun bergulir sebulan lebih. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani kepada KABAR.NEWS mengatakan, pihaknya telah merampungkan berkas Alexander hingga PA2 (tahap 2) dan sudah melimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.

 

"Berkas Alex sudah rampung. Masuk tahap dua dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dan itu kewenangan jaksa. Jadi kalau terjadi sesuatu, ya itu tanggung jawab jaksa," tandas Kombes Dicky kepada KABAR.NEWS, via telepon, Jumat (22/9/2017) pekan kemarin.

 

Kombes Dicky menegaskan, pelimpahan berkas tahap dua ke kejaksaan baru dilakukan seminggu lalu. Artinya, Polda sudah lepas tanggung jawab. "Jadi itu sudah wewenang kejaksaan. Karena kita sudah limpahkan ke sana (Kejati Sulselbar)," tandasnya.

 

Namun, bantahan kembali datang dari Kepala Seksi Penerangan Umum, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat. Melalui pesan WhatsApp yang diterima KABAR.NEWS, Minggu (24/9/2017) malam, Salahuddin mengatakan, pihak kejati belum menerima penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda dari kasus tersebut.

 

"Jaksa peneliti benar, telah mem-P21-kan perkara itu. Namun baru P21. Kalau status tersangka tidak ditahan, silahkan tanya ke penyidiknya. Siapa tahu penyidiknya tangguhkan. Intinya belum tahap 2, atau penyerahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum," jelasnya.

 

Sementara, pihak Polda Sulsel melalui Kombes Pol Dicky Sondani sendiri bersikukuh bahwa kasus perampungan pemberkasan tersangka Alexander sudah dilimpahkan ke pihak Kejati Sulselbar. "Alex sudah diserahkan ke jaksa," singkat Kombes Dicky Sondani.

 

Lantas dimana keberadaan Alexander sekarang?. Untuk memastikannya, KABAR.NEWS pun menyambangi Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sari di Jalan Rutan, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu (23/9/2017).

 

Di ruang pelayanan, salah satu petugas mengatakan, nama Alex yang terlibat dalam kasus kepemilikan gudang obat daftar G tidak ada dalam daftar warga binaan.

 

"Di sini (daftar) nama Alex ada 4 orang. Tapi mereka terjerat kasus narkoba, pencurian dan penganiayaan. Mereka sudah lama masuk. Dan ada juga yang baru saja masuk hari ini, (Sabtu 23/9/2017-kemarin)," terangnya.

 

Senada, Kepala Rumah Tahanan Makassar, Surianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan data base warga binaan di Rutan. Namun nama yang bersangkutan tidak ada alias tidak ditahan. Lantas dimana keberadaan Alexander, bos si pemilik gudang obat daftar G sekarang ?.

 

  • Lodi Aprianto