Skip to main content

Setelah Ruang Kerjanya, Rumah Pribadi Walikota Malang Digeledah KPK

svsvwewea
Walikota Malang Moch Anton.(INT)

 

KABAR.NEWS, Malang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terhadap Walikota Malang, Moch Anton. Setelah sebelumnya ruang kerjanya di kantor Balai Kota Malang, kali ini rumah pribadi Anton yang terletak di Jalan Tlogo Indah nomor 16 C Kota Malang, Jawa Timur juga digeledah KPK.

Penggeledahan KPK di rumah pribadinya diakui Anton. Ia mengungkapkan selama dua hari terakhir KPK melakukan penggeledahan di daerah yang dipimpinnya itu. Ia mengaku akibat penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut, membuat kinerja pemerintah trsendat. 

"Terus terang saja, saya berharap ini segera dijelaskan biar terang. Biar pemerintah daerah bisa bekerja dengan nyaman. Lebih baik secepatnya proses ini selesai biar tahu sebenarnya apa,” kata Anton dikutip dari liputan6.com di Malang, Kamis (10/8/2017).

Soal penggeledahan di rumah pribadinya, kata dia, KPK sempat memasuki kamar tidur dan ruang kerja yang ada di rumah pribadinya. Beberapa barang elektronik miliknya, seperti komputer dan telepon seluler miliknya turut disita. 

"Telepon seluler yang diambil itu kebetulan sudah rusak. Tidak banyak ruang yang diperiksa,” ujar Anton.

Meski ruang kerja dan rumah pribadinya digeledah KPK, Anton mengaku belum mengetahui persoalan apa yang membuat KPK melakukan penggeledahan. Hanya saja, itu menduga penggeledahan yang dilakukan oleh KPK terkait penetapan tersangka Ketua DPRD Malang, Arief Wicaksono soal proyek Jembatan Kendungkandang di tahun 2015 sebesar Rp30 miliar. 

"Saat itu saya sampaikan selama masih proses hukum ya tak akan saya kerjakan, sehingga saya tak ada beban untuk menghapus program itu. Tidak ada fee proyek. Saya malah menyelamatkan anggaran proyek itu,” urai Anton.

Kemarin Penyidik KPK menggeledah ruang Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah (Sekda) dan beberapa dinas.

Rumah dinas Ketua DPRD Kota Malang dan Wali Kota Malang juga digeledah. Hari ini, seluruh ruangan di Gedung DPRD Kota Malang turut diobok–obok. Sejauh ini KPK telah menetapkan Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono sebagai tersangka.