Skip to main content

Sempat "Dirpomosikan" Jokowi, WHO Hentikan Uji Klinis Obat Klorokuin

"Dipromosikan" Jokowi & Trump, WHO Hentikan Uji Klinis Obat Klorokuin
Obat merek Klorokuin yang diproduksi di Indonesia. (Internet)

KABAR.NEWS, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berhenti melakukan uji klinis obat malaria hydroxychloroquine atau klorokuin untuk pasien positif Virus Corona atau Covid-19.


Klorokuin sempat "dipromosikan" Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai obat second line untuk pasien Covid-19. Kata Jokowi, Klorokuin di Indonesia merupakan produksi Kimia Farma. Obat ini juga didistribusi ke sejumlah daerah terpapar Covid-19.

 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Senin (25/5/2020) mengatakan berhenti menguji klinis obat Klorokuin karena masalah keamanan.


"Kelompok eksekutif telah menerapkan jeda sementara pengujian hidroksi klorokuin dan data keamanan sedang ditinjau oleh dewan pemantauan keamanan data," kata Tedros dalam konferensi virtual dilansir dari Reuters, Selasa (26/5/2020).


Baca juga:


Selain Jokowi, Klorokuil sempat dipuji oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai obat yang mungkin untuk pengobatan Covid-19. Trump secara gamblang mengakui mengkonsumi obat itu untuk membantu mencegah infeksi.


Sebelumnya, WHO memang merekomendasikan agar rumah sakit tidak menggunakan Klorokuin untuk mengobati atau mencegah infeksi Covid-19, selain sebagai uji klinis.

 

Dr. Mike Ryan, kepala program kedaruratan WHO, mengatakan keputusan untuk menunda uji coba hydroxychloroquine telah diambil berdasarkan pertimbangan matang.

 

Flower

 

loading...