Skip to main content

Sejarah Hari Ini : Pembangunan Tembok Berlin, Pemisahan Jerman Barat dan Timur

sdgsdherhre
Pembangunan Tembok Berlin pada tahun 1962 yang memisahkan antara Jerman Barat dan Jerman Timur.

 

KABAR.NEWS - Berawal dari kekalahan Nazi Jerman pada Perang Dunia II oleh sekutu, menjadikan Amerika Serikat, Prancis, Uni Soviet dan Inggris sebagai negara adi daya dengan formasi Ideologi dan kekuatan militer yang sama - sama kuat.

Pasca kekalahan PD II, Dewan Pengawas Sekutu bersepakat untuk memulihkan stabilitas ekonomi dan politik di dua wilayah di Jerman. Yakni di Jerman Barat dan Jerman Timur. Namun pembagian pemulihan ekonomi di dua wilayah tersebut justru menuai kontroversi. 

Uni Soviet yang mengamankan wilayah Jerman Timur, membangun tembok Berlin pada 13 Agustus 1961. Pembangunan Tembok Berlin pada akhirnya memisahkan wilayah Jerman Barat yang dikuasai oleh Amerika, Prancis dan Inggris. Pemisahan  ini  juga didasarkan pada akar masalah  yang sama, negara - negara  barat, yang bermaksud untuk membendung Komunisme agar tidak menyebar ke Jerman Barat.

Tembok Berlin awalnya hanya berupa  kawat berduri sepanjang lebih dari 155km. Pada tahun 1962 – 1965 pembatas ini dipatenkan menjadi tembok dan terus disempurnakan hingga selesai tahun 1980. Tembok Berlin memiliki tinggi 4 meter dengan panjang 155 Km.

Dikutip dari nationalgeographic.co.id, pada 1970 Tembok Berlin ini kemudian diubah tingginya menjadi 10 meter karena masih banyaknya percobaan melewati tembok ini secara ilegal. Diperkirakan sejak berdiri hingga runtuhnya tembok ini, ada sekitar 5000 orang yang berhasil melarikan diri ke dunia barat melalui tembok ini.

Sejak dibangun, diperkirakan ada sekitar 136 orang yang gagal melewati tembok ini, sebagian besar dari mereka mati ditembak oleh penjaga di sekitar tembok.

Sejumlah kepala negara telah mendatangi Tembok Berlin dan berpidato salah satunya adalah Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy.