Skip to main content

Respon Kadisdik Bulukumba Soal Pertengkaran Guru dengan Siswa

Guru
Warga menonton video pertengkaran guru dan siswinya di Bulukumba.(ist)

KABAR.NEWS, BULUKUMBA - Aksi pertengkaran seorang guru perempuan dengan siswinya yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 20 Bulukumba, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, viral di media sosial.


Pertengkaran yang dipicu penyitaan Hp milik siswi tersebut oleh sang guru direkam dengan kamera amatir lalu dibagikan ke medsos dan mendapat berbagai respon netizen. Kebanyakan mengecam tindakan siswi yang nekat melawan gurunya. 


Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bulukumba, Akhmad Djanuaris, pun angkat bicara. Ia mengatakan, pertengkaran guru vs siswa tersebut terjadi pada Senin (2/12/2019) kemarin. Hari itu sedang berlangsung ujian semester. 

"Jadi sebelum masuk anak-anak telah disampaikan untuk larangan membawa handphone (Hp) ke dalam ruangan, jika ada yang membawa harus dititip di ruang BK," kata Ahmad Djanuaris.


Namun, penyampaian itu tak dihiraukan oleh siswi berinisia SA (14) tersebut. Bahkan siswi itu secara diam-diam membawa handphone ke dalam ruangan ujian. Sehingga sang guru terpaksa mengambilnya untuk disita sementara waktu. 


"Pada saat ujian siswi tersebut kedapatan membuka Hp. Setelah ujian berlangsung anak itu meminta handphonenya," ungkapnya. 


BACA JUGA: Penganiayaan Siswi SMP di Bulukumba Berakhir Damai 



Namun, kata dia, sang guru mengarahkan siswi tersebut ke ruangan BK. Menurut Djanuaris, siswi tersebut menolak untuk masuk ke ruangan BK. Pada video itu siswinya terlihat melawan guru dan ingin merebut handphone dari tangan sang guru hingga terjadi pemukulan.


"Dari video itu kelihatan jika anaknya memang tidak mau disita Hp-nya, bahkan berdebat dengan gurunya, namanya juga manusia biasa pada saat itu (sehingga terjadi pemukulan). Namun persoalan ini sudah selesai karena orangtuanya sudah datang meminta maaf," jelasnya. 


Bahkan, kata dia, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba menilai tindakan sang guru pada saat kejadian sudah tepat. 


Akhmad Djanuaris, mengimbau, khususnya kepada orangtua siswa jika di sekolah memiliki aturan yang telah disepakati oleh semua orangtua melalui pernyataan pada saat anak masuk sekolah. 


"Sekolah maupun guru ini tidak mendidik satu anak saja tetapi mendidik banyak anak yang karakternya berbeda-beda. Jadi ini menjadi tanggungjawab bersama," tutupnya.



*Afri/B

 

loading...