Skip to main content

Polisi Dituding Aniaya Tersangka Narkoba, Begini Respons Polrestabes Makassar

KABAR.NEWS Makassar
Kuasa hukum tersangka narkoba yang mengaku dianiaya aparat kepolisian saat memberikan keterangan. (Kabar.news/Reza)

 

 

 

KABAR.NEWS, MAKASSAR- Kasus dugaan penganiayaan terhadap dua wanita yang merupakan tersangka bandar narkotika, dibantah keras pihak kepolisian.

 

Dua wanita yang mengaku telah dianiaya petugas yakni Irianti (42) dan Wati (39) yang merupakan warga Jalan Kandea 3, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

 

Kuasa Hukum kedua tersangka, Ashari Setiawan, SH mengatakan kedua kliennya tersebut diduga disiksa oleh aparat pada 19 November 2019 lalu, di bilangan Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.

 

"Klien saya dipaksa mengaku menjadi bandar padahal barang bukti tidak seberapa. Dia disiksa dengan disiram lombok di mata dan kepala. Lalu lombok itu, jatuh ke buah dadanya. Jadi orang kepedisan,"ungkapnya kepada wartawan, Senin (23/3/2020) kemarin.

 

Ashari Setiawan menambahkan bahwa kasus ini akan dikawalnya atau melaporkannya ke Komnas HAM dan beberapa pihak terkait, dikarenakan kedua kliennya merupakan perempuan.

 

Kasat Narkoba Membantah

 

Terpisah, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, membantah keras tudingan yang ditujukan kepada satuannya tersebut. Ia mengatakan bahwa tudingan tersebut hanya merupakan permainan kedua bandar narkoba wanita ini.

 

"Mana ada di-lomboki. Ini hanya permainan bandar supaya dia bebas. Siapa yang mau membebaskan bandar ? dan siapa yang mau tangkap bandarnya ? Berkas perkaranya itu, kini sudah P21. Inikan dia main opini, bukan beracara di persidangan. Ini ujung-ujungnya biar bos di atasnya bebas," kata Kompol Diari saat dikonfirmasi KABAR.NEWS, Selasa (24/3/2020).

 

Dari catatan pihak kepolisian Irianti berperan sebagai bandar sabu sekaligus tempat penampungan dana hasil jualan sabu. Sedangkan Wati berperan sebagai perantara yang menyerahkan hasil jualan sabu dan langsung disetor kepada Irianti.

 

"Dia (Irianti) kan lima berteman, empat tersangka sudah tahap dua.  Nah tinggal satu yang bosnya, napi di Lapas. Tujuan kita untuk ungkap jaringan dan menghentikan peredaran narkotika, Info lapangan, (Irianti) peroleh narkotika sebanyak 50-100 gram dari lapas. Ini kasus lama,"ungkap Kompol Diari.

 

  • Penulis: Reza/RM/B

 

loading...