Skip to main content

Polda Sulsel Tangkap YouTubers Diduga "Hate Speech" Pemilu

Hate speech polda sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani bersama Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono saat konferensi pers di Mapolda Sulsel. Senin (29/4/2019). (KABAR.NEWS/Lodi Aprianto)

KABAR.NEWS, Makassar - Seorang Youtubers bernama, berinisial SA (50), diamankan anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, karena diduga melakukan ujaran kebencian atau Hate Speechatau ujaran kebencian terkait hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019.

 

Warga Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini diamankan setelah mengunggah sebuah video terkait analisa hasil perhitungan suara Calon Presiden dan Wakil Calon Presiden RI 2019. 

 

Video yang berdurasi beberapa menit ini dianggap dapat menimbulkan ujaran kebencian dan keresahan bagi masyarakat.

 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pihaknya mengamankan Samiun Ahmad setelah dilakukan patroli cyber dan ditemukan salah satu video yang sengaja mengumbar ujaran kebencian.

 

"Jadi ini merupakan kasus penyebaran video yang membuat pesan dapat menimbulkan ujaran kebencian yang diposting melalui video. Dimana video itu mengatakan bahwa akan terjadi huru hara pada tanggal 20 Mei nanti," kata Dicky Sondani saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Sulsel, Senin (29/4/2019).

 

Video ini lanjut Dicky, sangat meresahkan masyarakat, apalagi pasca Pemilu yang saat ini masih dalam tahapan perhitungan suara.

 

"Tentunya sangat tidak baik, masyarakat kita tidak tenang dengan adanya video ini. Jadi sangat rawan membuat provokasi kepada masyarakat, sehingga Samiun Ahmad kita langsung amankan, di mana dalam video itu nama Instagramnya yaitu Suara Rakyat Satu," ungkapnya.

 

Dicky menerangkan, jika pihaknya akan terus mendalami siapa saja yang terlibat dalam kasus ini dan akan diproses secara hukum yang berlaku. 

 

Dicky pun mengimbau masyarakat agar tidak membuat video yang dapat memicu terjadinya ujaran kebencian di sosial media. Apabila kedapatan, pihak kepolisian berjanji akan memproses hal tersebut secara hukum.

 

"Nanti kita akan jadikan dulu sebagai saksi, yang memegang HP atau pun mungkin siapa orang di balik video ini yang memberikan ia motivasi untuk melakukan ujaran kebencian ini, akan kita telusuri, siapa-siapa saja, jadi akan kita proses lebih lanjut," pungkasnya.

 

Akibat video tersebut Samiun Ahmad pun akan dijerat pasal 46 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

 


Lodi Aprianto