Skip to main content

MUI Makassar Tak Berhenti Godok Fatwa Haram Rokok

MUI Makassar Tak Berhenti Godok Fatwa Haram Rokok
Diskusi pembinaan fatwa kemasyarakat yang digelar MUI Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa (5/11/2019). (KABAR.NEWS/Fitria Nugrah Madani)

KABAR.NEWS, Makassar - Wakil Ketua II MUI Kota Makassar, Munir MA, mengatakan pembahasan fatwa haram tentang rokok oleh MUI Pusat belum selesai, khususnya di internal MUI Kota Makassar.


"Meskipun fatwa merokok haram ini sudah lama bergulir terutama di MUI pusat, MUI Makassar kesannya sedikit terlambat untuk dibahas, tapi ini fatwa tentang merokok tetap penting untuk dibahas," ujar Munir pada forum diskusi Fatwa Kemasyarakatan di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa (5/11/2019).


Baca juga: Dulu MUI, Kini Sertifikasi Halal Jadi Wewenang Kemenag

Menurut Munir, ada sejumlah pendapat para ulama dalam organisasi massa (Ormas) Islam maupun pandangan pribadi yang memberikan fatwa mengenai haramnya rokok.


"Seperti Muhammadiyah yang tegas melarang karena beberapa alasan, terutama karena merugikan pribadi dan orang lain. Sedangkan NU sendiri memberikan pandangan 3 kondisi, mubah kalau tidak berbahaya, makruh kalau cuma sedikit bahayanya, haram kalau membahayakan dan NU itu tidak cadas dan tegas dalam soal rokok ini," katanya.


Namun, MUI sendiri memberi fatwa atas beberapa dalil dan pertimbangan bahwa rokok itu haram dengan pertimbangan akan memberikan dampak kesehatan yang negatif dan merugikan secara pribadi dan sosial.


Dalam forum tersebut tergulir diskusi yang mengarah pada terjadinya mudhorot atau keburukan pada rokok, sehingga larangan merokok harus tegas ditindaki.


Baca juga: Dapur Hotel Claro, Almadera dan Dalton Kantongi Sertifikat Halal MUI

"Kalau dibilang manfaatnya, memang  orang bilang bermanfaat, katanya menghilangkan penak, stress. Ada yang juga bilang bisa tambah kreatif. Tapi saya pak sudah rasakan mudhorotnya, anak saya yang sudah jadi korban, kena penyakit paru-paru. Takkala saya mi rasakan ini," jelas salah satu Imam kelurahan di Pulau Lae-lae pada diskusi tersebut.


MUI Makassar sulit untuk mengimplementasikan keharaman rokok ini. Namun diharapkan, Pemkot Makassar untuk dapat memberikan tindakan tegas dalam pencegahan budaya merokok masyarakat di Kota Makassar, yang tidak jarang juga menjadi konsumsi anak-anak di bawah umur.


Fitria Nugrah Madani/CP/B

 

loading...