Skip to main content

Merasa Ketakutan, Bendahara Disnaker Pangkep Gantung Diri  

kj
Korban gantung diri yang juga Bendahara Disnaker Pangkep, Kasmawati. (Ist)

KABAR.NEWS, Pangkep- Warga Pangkep digegerakan dengan kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh Kasmawati alias Somma (40) tahun salah seorang ASN di Pemkab Pangkep.


Bendahara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pangkep ini memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan ikat pinggang kulit warna hitam di rumahnya Kampung Bonto Nompo, Kelurahan Bori Masunggu, Kecamatan Labbakang, Pangkep, Senin (2/12/2019)


Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh KabarNews.com , Kasmawati nekat gantung diri karena merasa ketakutan. Korban sendiri pertama kali ditemukan oleh saudaranya, Ermawati sekitar pukul 09.30 Wita.


Saat itu, Ermawati mendatangi rumah orang tuanya untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. Saat melintas di depan kamar korban, Ermawati melihat korban tergantung di dalam kamar menggunakan ikat pinggang kulit warna hitam. 


"Saya lewat didepan kamarnya,  tiba-tiba saya  melihat ada kaki terayun-ayun dan di bawahnya ada kursi  yang tergeletak. Saya masuk ternyata adik saya sudah tak bernyawa lagi. Dan saya berteriak keras  dan memanggil tetangga untuk meminta tolong menurunkan tubuh adik saya," kata Ermawati.


Baca juga: Di HUT Korpri, Wabup Pangkep: ASN Jangan Berpolitik 


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep, Jufri Baso, yang dihubungi, membenarkan peristiwa yang menggegerkan warga dan juga instansi tempat dia bekerja itu.


"Motifnya saya tidak tahu persis karena di kantor tidak pernah bersilisih paham dengan teman temannya, hasil pemeriksaan juga  tidak ada juga temuan. Almarhumah terkenal baik. Dia pandai bergaul sama semua teman kantornya," jelasnya.


Kapolsek Labbakang, Iptu H Muhammad H.S mengatakan, Selama 3 bulan terakhir ini, kata kakak korban sering bercerita kepada  saudara - saudaranya bahwa ia merasa ketakutan dan ingin bunuh diri. 


Dikatakannya, keluarga korban menolak autopsi. Kepolisian sendiri hanya mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi untuk memastikan motof bunuh diri yang dilakukan oleh korban. "Mereka menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah," tuturnya.



*Saharuddin/A

 

loading...