Skip to main content

Mematikan, Virus Korona dari Cina Bisa Menular Lewat Manusia

Mematikan, Virus Korona dari Cina Bisa Menular Lewat Manusia
Dua mahasiswa Universitas Peking di Beijing, Cina, mengenakan masker sebagai bentuk kewaspadaan penyebaran virus korona. (Global Times/Li Hao)

KABAR.NEWS, Beijing - Pemerintah Cina terus meningkatkan kewaspadaan penyebaran wabah virus korona yang mematikan. Sejak ditemukan beberapa waktu lalu, jumlah orang yang terinfeksi virus ini terus meningkat.


Komisi Kesehatan Nasional Cina menyebutkan bahwa virus korona yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, telah menyebar ke Beijing dan Shanghai. Hingga Senin, total 217 kasus baru virus tersebut mewabah di Tiongkok.


Laporan Reuters pada Selasa (22/1/2020) menyebutkan lima kasus baru virus korona dikonfirmasi menular di Beijing dan 14 lainnya di provinsi Guangdong. Pernyataan lain mengkonfirmasi kasus baru di Shanghai, sehingga jumlah kasus yang diketahui di seluruh dunia sebanyak 222.


Otoritas kesehatan Cina juga mengkonfirmasi bahwa virus korona yang menyebabkan gejala pneumonia, dapat menular dari orang ke orang.


Zhong Nanshan, seorang ahli pernapasan dan ketua tim komisi kesehatan yang menyelidiki wabah itu, membenarkan bahwa dua kasus infeksi di provinsi Guangdong disebabkan oleh penularan dari manusia ke manusia.


Kasus ini telah menjadi atensi serius dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO dan Presiden Xi Jinping. Dia mengatakan, menghentikan wabah dan menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama karena jumlah pasien lebih dari tiga kali lipat dan orang ketiga yang terserang virus ini telah meninggal dunia.


"Kehidupan dan kesehatan masyarakat harus diberi prioritas utama dan penyebaran wabah harus diatasi dengan tegas," kata Presiden Xi seperti dikutip oleh televisi pemerintah.


Pihak berwenang di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat dan banyak negara Asia, telah meningkatkan pemeriksaan para pelancong dari Wuhan apalagi menjelang Tahun Baru Imlek.


Virus korona ini termasuk dalam gejala virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menewaskan hampir 800 orang secara global selama wabah 2002/2003 yang juga dimulai di Cina.


Gejalanya meliputi demam dan kesulitan bernafas, yang mirip dengan banyak penyakit pernapasan lainnya dan menimbulkan komplikasi.

 

Di luar Cina, beberapa negara yang dilaporkan juga menemukan kasus penyebaran virus korona antara lain Korea Selatan, Jepang dan Thailand.

 

loading...