Skip to main content

Imbas Belajar di Rumah, 7 Pelajar SMP-SMA Pilih Menikah Dini

Imbas Belajar di Rumah, 7 Pelajar SMP-SMA Pilih Menikah
Ilustrasi pernikaha. (Pixabay)

KABAR.NEWS, Lombok - Masa belajar di rumah selama pandemi Covid-19 memicu rasa bosan bagi para siswa di Indonesia hingga memutuskan untuk menikah dini.


Kebosanan itu dirasakan setidaknya tujuh pasangan pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB)

 

Salah satunya adalah pasangan pelajar S dan SN, warga Kecamatan Aikmel, Lombok Timur. S merupakan pria pelajar kelas 2 salah satu madrasah di daerah itu dan pasangannya juga merupakan siswa madrasah atas.


Keduanya melangsungkan pernikahan dini karena rasa cinta satu sama lain dan sudah bosan terlalu lama belajar di rumah karena Covid-19. Mereka juga menikah hanya secara agama tanpa catatan akta pernikahan di KUA, karena masih di bawah umur.


Pihak keluarga juga tidak dapat membendung tekad kedua pasangan muda itu untuk menikah. "Ya dari pada fitnah dan nanti ada malah kelewatan (kalau ditahan tidak menikah)," kata Nurasiyah, orang tua mempelai wanita, seperti dikutip Vivanews, Rabu (26/8/2020).


Sementara itu, Kementerian Agama Kanwil NTB belum memperoleh data pasti pelajar madrasah di wilayahnya yang menikah dini selama masa pandemi Covid-19. Pasalnya, ada 3.000 lebih madrasah di bawah naungan Kemenag NTB.

 

Tapi berdasarkan data Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Lombok Timur, ada 15 laporan pernikahan dini di Lombok Timur selama pandemi Covid-19. Terbanyak di kalangan usia SMP dan SMA.


Menurut Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zaidi Abbad, kultur sosial budaya serta pengaruh teknologi serta lingkungan, termasuk faktor pengawasan keluarga menjadi penyebab pernikahan dini di kalangan pelajar. Terlebih di masa pandemi seperti ini.


"Kementerian Agama akan terus melakukan penyuluhan dengan melibatkan guru dan para penyulu di tingkat kecamatan untuk memberikan pemahaman orang tua khususnya dan lingkungan sekitar," ujarnya.


Selain itu, Kemenag juga meminta orang tua berperan aktif mengawasi anak-anaknya saat kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem daring selama masa pandemi.

 

Flower

 

loading...