Skip to main content

Diputus 1 Tahun Penjara, Kepsek SMA 5 Pikir Ajukan Banding

Diputus 1 Tahun Penjara, Kepsek SMA 5 Pikir Ajukan Banding
Ilustrasi Palu Sidang. (INT)
 

KABAR.NEWS, Makassar - Pasca diputus bersalahnya Kepala Sekolah (Kepsek) SMA 5 Makassar M Yusran oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) penerimaan siswa baru, kuasa hukum terdakwa mulai memingkirkan langkah lain. 

M Yusran melalui kuasa hukumnya, Lahaya mengatakan jika pihaknya dalam akan melakukan upaya hukum lanjutan pasca penetapan yang dijatuhkan majelis hakim. 

"Upaya hukumnya itu kita pikir-pikir dulu ataukah banding atau tidak, sejauh ini kita pikirkan dulu, nantilah biar kita disukusikan dulu," kata Lahaya, saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Rabu, 13 September 2017. 

Majelis hakim Bonar Harianja sebelumnya, telah menjatuhkan hukuman pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta terhadap M Yusran. Apa bila terdakwa tidak mampu mebayar, maka akan dikenakan denda dan diganti dengan satu bulan kurungan.

Vonis terhadap terdakwa itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun enam bulan penjara. Dalam putusan itu terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sebagaiamana diatur dalam pasal 11 Undang-undang Tipikor. 

Kepala Sekolah ini memugut biaya pembayaran dengan modus  pembelian kursi guna penambahan kelas baru. Setiap calon siswa dimintai Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Total pembayaran dipungut senilai Rp 500 juta. Sasaran terdakw bagi siswa yang tidak lulus melalui sistem jalur online. 

 

  • Arul Ramadhan/***