Skip to main content

Dianggap Makar, Ketua PMII Makassar Lapor PMII Metro

hgk
ketua umum PMII Makassar, Ashari Bahar

KABAR.NEWS, Makassar - Terkait komentar Ketua Umum PMII Makassar di beberapa media online yang mengatakan bahwa PMII Metro merupakan ilegal banyak menuai kontroversi dan sepertinya bakal berlanjut kejalur hukum.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ketua umum PMII Makassar, Ashari Bahar bahwasanya apa yang dilakukan PMII Metro tersebut sama halnya dengan makar karena mendirikan cabang di atas cabang yang sah. Jumat (13/10/2017).

"Pendirian PMII Metro terjadi pada tahun 2000 melalui dari gerakan Forlik lalu kemudian mendeklarasikan sebagai salah satu cabang. Dan selama itu pula kami diam dan bersabar untuk tidak meributi. Tapi sepertinya mereka ini makin hari makin menjadi - jadi tingkahnya, kami akan menepuh jalur hukum,"ujarnya. 

Ia menegaskan, jika masih ada yang membawa atribut PMII selain dari PMII cabang Makassar, maka sepantasnya PMII Makassar keberatan dan bakal melaporkannya ke polisi, jalur tersebut terpaksa dilakukan agar jangan sampai malah merusak citra PMII di makassar kedepannya. 

"Intinya siapapun yang mengatasnamakan PMII tentu harus di bawah koordinasi kami, tidak ada metro atau apalah itu, mereka hanya kelompok yang mengatasnamakan dirinya cabang padahal tidak ada. Kalo cabang itu pasti ada Pengurus Besar nya "PB". Coba aja tanya apakah dia punya PB atau tidak,"tambahnya.

Terkait sekolompok massa yang membawa bendera PMII yang dibubarkan paksa oleh oknum preman di depan kantor BNI pada Kamis (12/10/2017) kemarin, Ashari selaku Ketua Cabang telah menghubungi semua komisariat dan rayon yang di bawah koordinasi cabang PMII Kota Makassar, namun sama sekali tidak ada yang ikut dalam aksi itu.

"Jadi tidak mungkinlah saya akui kader kami, sebab bicara PMII Makassar yah ketuanya hanya satu, secara legalitas kan hanya PMII Makassar yang ada di Makassar, makanya berbicara PMII yah berbicara lembaga, lembaga yah punya aturan,"tuturnya kepada KABAR.NEWS.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap agar pihak kepolisian tidak lagi menerima surat pemberitahuan pada organisasi yang tidak punya legalitas. "Jika ada yang mengatasnamakan cabang lalu menggunakan stempel dan segala bentuk atribut PMII tangkap saja, sebab ini sama saja makar. Dan kami siap akan melaporkan ke pihak yang berwenang agar tidak terulang lagi kasus seperti ini,"tutupnya.

  • Andi Frandi