Skip to main content

Dalami Peran Burhanuddin Soal Kasus Laikang, Kejati Periksa Kepala Bappeda

Dalami Peran Burhanuddin Soal Kasus Laikang, Kejati Periksa Kepala Bappeda
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin. (IST)
 

KABAR.NEWS, Makassar - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar kembali melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, Ridwan Nur terkait kasus dugaan korupsi, penjualan lahan negara di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati, Salahuddin mengungkapkan, pemeriksaan tersebut dilakukan dalam kapasitas Ridwan Nur sebagai saksi untuk dimintai keterangannya terkait proses penjualan lahan negara yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 18,5 miliar.

"Ini merupakan rangkaian pemeriksaan lanjutan terkait peran sejumlah tersangka dalam kasus tersebut. Dia kita panggil Kamis 10 Agustus 2017 kemarin, untuk diperiksa serta dimintai keterangannya," ujar Salahuddin, Jumat, 11 Agustus 2017. 

Ridwan Nur katanya, juga dimintai keterangannya terkait perencanaan pelepasan lahan negara hingga terjadi terproses jual beli lahan tersebut berlangsung. 

"Tim menggali keterangan saksi yang diperiksa. Terkait soal bagaimana perencanaan sehingga lahan itu, bisa lepas dari kepemilikan negara," kata Salahuddin.

Selain itu penyidikpun melakukan pendalaman terkait seberapa jauh peran tersangka Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin, dalam proses perencanan pembebasan serta penjualan lahan negara tersebut diperjualbelikan dengan adanya penerbitan izin prinsip, yang dikeluarkan oleh Bupati Takalar.  

Dalam kasus ini penyidik telah menetapkan empat orang tersangka yakni Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin, Camat Mangarabombang Kabupaten Takalar, Muh Noer Uthary, Sekretaris Desa Laikang, Andi Sose, Kepala Desa Laikang, Sila Laidi.

 

  • Arul Ramadhan/***