Skip to main content

Awal Mula Kisah Mistis Rumah Pembantaian Keluarga Ahmadi Merebak

rumah hantu
Rumah Ahmadi yang pertama sebelum direnovasi.(IST)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Rumor tentang hal - hal mistis dari rumah bekas pembantaian sadis keluarga Ahmadi di Jalan Karunrung kota Makassar tentu tidak lagi asing ditelinga. Setelah sebelumnya beberapa narasumber telah menceritakan beberapa kejadian gaib pasca kejadian.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, keluarga Ahmadi yang terdiri dari istri, Samsia alias Sisilia serta anaknya Masyita, Adrianto, Indrawan, dan Lisanti, serta pembantunya yang bernama Piddi dibunuh secara tragis menggunakan kapak dan parang, kemudian mayatnya diseret dan dibuang kedalam sumur.

Nah kini, KABAR.NEWS akan kembali menceritakan pengalaman - pengalaman yang terbilang sulit diartikan oleh nalar pikiran. Cerita pertama datang dari H Kamaruddin yang lebih akrab disapa H Nagga, di mana pada saat kejadian satu - satunya rumah yang tinggal hampir berhadapan dengan rumah Ahmadi.

Menurut H Nagga, berselang beberapa waktu pasca insiden berdarah tersebut, dirinya berjalan tepat disamping rumah, dan hendak ke rumah kerabatnya yang tinggal dibelakang rumah Ahmadi, namun ditengah perjalanan tiba - tiba ada sesuatu yang berasal dari dalam rumah di mana diyakini sebagai arwah mendiang almarhum.

"Ada suara - suara aneh yang seakan mengikuti saya, pada saat itu hujan dan gelap karena belum ada lampu jalan. Nah, kebetulan di samping rumah itu ada jendela dari kamar almarhum, pas saya berjalan tepat dijendala, saya dikagetkan dengan suara pukulan yang cukup keras. Tentu saya sempat syok beberapa saat,"ujarnya kepada KABAR.NEWS.

Berita Terkait : Kisah Mistis Selimuti Rumah Bekas Pembantaian Keluarga Ahmadi

 

Lebih lanjut, H Nagga juga menceritakan tentang beberapa pengalaman aneh setelahnya, di mana dirinya yang melihat sebuah mobil taksi yang parkir didepan rumah tersebut. 

"Melihat taksi itu sudah lama parkir, jadi saya langsung mendatanginya, supirnya bilang baru saja mengantar ibu - ibu (dipercaya almarhum sisilia) bersama dua orang anaknya dan masuk mengambil uang,"tambahnya.

Merasa ada yang tak lazim, H Nagga langsung menceritakan kejadian pembantaian kepada supir taksi, alangkah terkejutnya supir itu kata Nagga, ia bahkan seperti kesurupan setan dan langsung menancap gas mobilnya meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Hj Suswati alias Hj Simba menuturkan istri mendiang Ahmadi ternyata sedang mengandung bayi saat dibunuh dengan tragis. 

"Kalau tidak salah sisilia mengandung empat bulan, pada saat itu,"katanya 

Hj Simba juga menambahkan, dirinya beberapa kali mendapati penjual yang sedang menunggu didepan rumah usai mendapat pesanan yang diduga dari arwah Sisilia. 

"Ini yang sering menampakkan diri memang sesosok wanita yang menyerupai Sisilia, dia kerap kali menampakkan dirinya bersama anaknya,"ujarnya

Sesaat setelah kejadian, rumah tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan, namun konon ditengah penjagaan oleh beberapa aparat, mereka kerap kali diganggu oleh roh - roh gentayangan dari dalam rumah.

"Polisi yang berjaga di luar rumah Ahmadi sering melihat kursi yang berada di dalam rumah bergoyang sendiri seperti ada yang sengaja menggerakkan benda disekitarnya, mungkin karena takut atau bagaimana polisi pada saat itu pada datang kerumah, tak jarang juga mereka tidur disini,"kata Hj Simba

Insiden yang terjadi pada 12 Maret 1995 tersebut merupakan peristiwa paling kelam di era 90-an, di mana ada banyak versi terkait apa motif sehingga pelaku nekad melakukan pembantaian.

 

Baca Juga : Kisah Tentang Bayi Ajaib di Enrekang

 

Menurut Erna, mahasiswi Sejarah UNM yang menuliskan peristiwa ini kedalam Thesisnya. Kala itu, keluarga Ahmadi pada saat itu tinggal dirumah milik FS yang berada bersampingan dengan rumahnya. 

"Rumah Ahmadi pada saat itu tengah proses pembangunan, jadi dia tinggal di rumah pak FS yang kebetulan berada diluar kota dalam waktu yang cukup lama," katanya

Ditengah proses pembangunan rumahnya yang sedikit lagi akan rampung, dia terlibat pertengkaran dengan pelaku yang berinisial NP, hingga berujung pertumpahan darah. 

"NP ini yang mengerjakan rumah Ahmadi dan masih keluarga dekat dengan pemilik rumah FS yang ditinggali Ahmadi pada saat itu,"tambahnya

Motif yang beredar dimasyarakat, konon karena uang pembayaran bangunan yang kadang tak sesuai dengan kesepakatan hingga pelaku bersama rekannya menghabisi nyawa keluarga Ahmadi. 

"Usai membantai keluarganya, mayatnya kemudian dipisahkan saat dibuang ke dalam sumur, jadi ada yang dibuang di sumur rumah milik FS, sebagian juga dibuang disumur rumah ahmadi dengan cara diseret,"tutup Hj Suswati

Beberapa tahun pasca kejadian, rumah Ahmadi dijual oleh pihak keluarga kepada keluarga Asma yang merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi swasta di kota Makassar. 

Asma mengaku sejak keluarganya membeli rumah itu, keluarganya tidak pernah lagi mendapatkan hal-hal mistis didalam rumah, seperti cerita yang merebak di masyarakat Makassar.

"Alhamdulillah, sekarang kondisinya jauh lebih baik, karena sering ditempati salat dan beribadah,"katanya kepada KABAR.NEWS, Minggu (16/7/2017).

Baca Juga : Cerita Mistis Batu Sekko Tellue dan Kapal Tenggelam di Pangkep

 

  • Andi Frandi/***