Skip to main content

Alex si Pemilik Gudang Obat Daftar G, Ditangkap Polisi, Dibebaskan Jaksa?⁠⁠⁠⁠

obat daftar g
Polres Gowa berhasil mengamankan belasan karung obat daftar G di salah satu Rumah Toko di Jalan Mallengkeri, Makassar, Senin (17/7/2017).
 

KABAR.NEWS, Makassar - Dua pelaku pengedar obat-obatan yang masuk dalam daftar G, Kasmin (34) dan Muis Dg Nyiko (40) diringkus Tim Khusus Polres Gowa, Senin (17/7/2017) sekira 16.00 Wita. Kasmin ditangkap di rumah Muis Dg Nyiko di Jalan Daeng Tata Lama, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

 

Usai ditangkap, polisi kemudian melakukan pengembangan. Dari hasil interogasi, kedua pelaku akhirnya menunjukkan dari mana obat tersebut diperoleh. Tak butuh waktu lama. Salah satu rumah toko di Jalan Malengkeri Makassar, milik Alex digeledah petugas. Hasilnya, polisi menemukan puluhan karung dan kardus yang diduga berisi butiran obat daftar G dengan berbagai jenis.

"Jenis obatnya macam-macam. Ada Tramadol, Somadril, Gastrul, Gynaecosit, Luxuan, Emperor Capsule dan Frixitas. Kalau ditaksir jutaan butir yang memang siap untuk diedarkan ke masyarakat," ujar AKBP Aris Bachtiar, Kapolres Gowa.

 

Polres Gowa berhasil mengamankan belasan karung obat daftar G di salah satu Rumah Toko di Jalan Mallengkeri, Kota Makassar, Senin (17/7/2017). (KABAR.NEWS/Lodi Aprianto)

Dalam penggeledahan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata api rakitan dan sepeda motor. Semua temuan diamankan di Mapolres Gowa. Sedangkan ketiga pelaku, kata AKBP Aris Bachtiar, terancam dengan hukuman kurang lebih 10 hingga 15 tahun penjara.

 

Selang dua hari pasca pengungkapan, kasus tersebut akhirnya diambil alih Polda Sulsel. Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar saat dikonfirmasi, membenarkannya. "Iya benar, kemarin kita sudah serahkan Alex dan Soni (pemilik gudang penimbunan obat daftar G) ke Polda Sulsel," ujar Aris Bachtiar kepada KABAR.NEWS via telepon, Rabu (19/7/2017).

 

Menurutnya, pengambilan alih karena ini merupakan kasus besar. Sehingga, akan dilakukan pengembangan yang lebih intensif. "Pihak Polda akan melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lain yang disinyalir ada keterlibatan dengan pelaku lain di luar daerah," pungkasnya.

 

Kasus tersebut baru sebulan lebih bergulir di Polda Sulsel. Pihak Polda melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menyatakan, telah merampungkan berkas Alex hingga tahap dua (PA2) dan melimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulsel.

 

 

                                                 Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

"Berkas Alex sudah rampung. Masuk tahap dua dan sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Dan itu kewenangan jaksa. Jadi kalau terjadi sesuatu, ya itu tanggung jawab jaksa," tandas Kombes Dicky kepada KABAR.NEWS, via telepon, Jumat (22/9/2017).

 

Pelimpahan berkas tahap dua ke Kejaksaan, lanjut Kombes Dicky, baru dilakukan seminggu lalu. Artinya, Polda sudah lepas tanggung jawab. "Jadi itu sudah wewenang kejaksaan. Karena kita sudah limpahkan ke sana," tandasnya.

 

Lantas dimana keberadaan Alex sekarang?. KABAR.NEWS pun mencoba memastikan keberadaan Alex di Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sari di Jalan Rutan, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Di ruang pelayanan, salah satu petugas mengatakan, nama Alex yang terlibat obat daftar G tidak ada dalam daftar tahanan.

"Di sini (daftar nama) Alex ada 4 orang. Tapi mereka terjerat kasus Narkoba, pencurian dan penganiayaan. Mereka sudah lama masuk. Dan ada juga yang baru saja masuk hari ini, (Sabtu 23/9/2017-kemarin)," terangnya.

 

                Kepala Seksi Penerangan Umum, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Salahuddin. (KABAR.NEWS/Arul Ramadhan)
 

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Umum, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat, Salahuddin kepada KABAR.NEWS, Sabtu (23/9/2017) mengaku belum tahu pasti perihal sejauh mana penanganan Alex. "Saya tidak di kantor. Nanti saya cek dulu," singkat Salahuddin via telepon.

 

Upaya konfirmasi lanjutan via telepon belum digubris. Terakhir, istrinya mengangkat telpon dan mengatakan, "Pak Salahuddin tidak ada. HP nya ketinggalan di mobil. Nanti saya suruh hubungi kembali," tutupnya.

 

                                                               Alex, pemilik gudang obat daftar G di Jalan Malengkeri, Makassar. (IST)

 

  • Lodi Aprianto