Skip to main content

Hindari Dampak Buruk Asap Kebakaran TPA Antang, SD Borong Jambu Diliburkan

Kebakaran di TPA Antang
Kondisi SD Borong Jambu yang diliburkan pascakebakaran TPA Antang, Senin (16/9/2019) / (KABAR.NEWS - Mustawaf)

KABAR.NEWS, Makassar - Jajaran petugas di SD Borong Jambu I, II dan III memilih meliburkan anak didiknya. Dampak kesehatan akibat polusi kabut asap terbakarnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, menjadi alasan utama. 

 

Puluhan siswa siswi yang awalnya telah mengikuti upaca bendera di sekolah Senin (16/9/2019) pagi memilih dipulangkan agar mereka tidak terpapar lebih lama polusi pembakaran. 

 

Apalagi jarak sekolah dari lokasi TPA yang terbakar hanya berkisar kurang dari 100 meter. 

 

“Awalnya kami sempat upacara, tapi pas selesai upacara kabut asap semakin tebal dan orang tua siswa berdatangan menjemput anak-anaknya," tutur Kepala SD Borong Jambu 1 Andi Pattahanika saat ditemui KABAR.NEWS di kantornya. 

 

Baca juga : Belum Sepenuhnya Padam, Api di TPA Antang Kian Mencemaskan

 

Patta tak menampik jika keputusan untuk mengistirahatkan sementara anak didiknya adalah berat. Apalagi keputusan untuk libur menjadi hak sekaligus otoritas dari Dinas Pendidikan. 

 

Hanya saja menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, kesehatan peserta didik dikhawatirkan akan sangat berdampak karena tercemarnya limbah pembakaran TPA. 

 

“Utuk besok kita belum tahu libur atau tidak. Tapi kita lihat kondisi, kalau kondisi memungkinkan yah tetap sekolah. Karena siswa juga akan MID semester hari Rabu (18/9),” ucapnya.

 

Belum lagi kepulan asap tebal yang menyelimuti seisi ruangan sekolah sepagi tadi. Aasap mulai perlahan berkurang memasuki siang hari tadi. 

 

"Tadi pagi memang sempat banyak kabut (asap) karena angin mengarah ke sini, tapi lama-kelamaan berubah arah angin, kabut juga berangsur hilang," imbuh guru honorer SD Borong Jambu, Marcelus. 

 

 

(Mustawaf Ansar/CP/B)

 

 

 

loading...